Kader SSK MTs Negeri 1 Banjarnegara Laksanakan Pengimbasan ke SD dan MI, Tanamkan Kesadaran Kependudukan Sejak Dini

Banjarnegara — Kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan pemahaman kependudukan kepada generasi muda melalui kegiatan pengimbasan ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Banjarnegara. Salah satu kegiatan pengimbasan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2) di SD Negeri 1 Krandegan dengan melibatkan tim kader SSK Madtsansa yang terdiri dari siswa-siswi terpilih dan didampingi guru pembina.

Kegiatan pengimbasan ini merupakan bagian dari program Sekolah Siaga Kependudukan Madtsansa GEMILANG (Generasi Muda Inspiratif Peduli Tanggap Tantangan Kependudukan) yang secara rutin digelar sebagai bentuk pengabdian sekaligus edukasi kepada siswa tingkat sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi Edukasi Tiga Perisai Diri, permainan edukatif Rambu Remaja Keren, serta Deklarasi Anak Banjarnegara Hebat yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Wakil Kepala Urusan Humas MTs Negeri 1 Banjarnegara sekaligus Koordinator Pelaksana Kegiatan Pengimbasan, Linara, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan literasi kependudukan sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan konsep kependudukan tidak harus menunggu jenjang pendidikan menengah, melainkan dapat ditanamkan sejak sekolah dasar dengan metode yang sesuai usia anak.

“Kami ingin adik-adik di SD dan MI sudah mengenal pentingnya perencanaan masa depan, menjaga diri, serta memahami lingkungan sosialnya sejak dini. Pengimbasan ini bukan hanya transfer materi, tetapi juga membangun karakter dan rasa percaya diri mereka,” ujar Linara saat ditemui di sela kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa SDN 1 Krandegan tampak aktif mengikuti sesi permainan edukatif, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam simulasi yang dipandu oleh kader SSK. Pendekatan sebaya yang digunakan para kader menjadi daya tarik tersendiri karena peserta merasa lebih dekat dan tidak canggung saat berinteraksi.

Ketua Tim SSK Madtsansa, Hj. Asih Wijayanti, menjelaskan bahwa program pengimbasan merupakan strategi berkelanjutan yang dirancang agar nilai-nilai kependudukan dapat menyebar lebih luas di lingkungan pendidikan dasar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan siswa dalam menyukseskan program ini.

“SSK bukan hanya program formal, tetapi gerakan bersama. Melalui kader-kader muda inilah pesan kependudukan bisa diterima dengan cara yang lebih ringan namun tetap bermakna. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi yang lebih sadar akan perencanaan hidup dan tanggung jawab sosial,” tutur Hj. Asih Wijayanti.

Sementara itu, salah satu kader SSK yang terlibat langsung dalam kegiatan, Denessia, mengaku senang dapat berbagi pengetahuan dengan adik-adik sekolah dasar. Ia menyebut pengalaman ini sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan para kader.

“Rasanya bangga bisa berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Ternyata adik-adik sangat semangat dan cepat menangkap materi jika disampaikan lewat permainan dan contoh langsung,” ungkap Denessia.

Hal senada disampaikan oleh kader lainnya, Jauza, yang menilai kegiatan pengimbasan memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dan tim. Menurutnya, selain menyampaikan edukasi, kader juga belajar memahami karakter peserta yang beragam.

“Kami belajar bagaimana menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana. Ini bukan hanya tentang mengajar, tapi juga belajar berempati dan bekerja sama dalam tim,” kata Jauza.

Kegiatan pengimbasan di SDN 1 Krandegan ditutup dengan deklarasi bersama dan sesi foto sebagai bentuk komitmen siswa untuk menjadi generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, serta memiliki kesadaran akan pentingnya perencanaan masa depan. Melalui kegiatan semacam ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan kependudukan di masa mendatang. Program pengimbasan SSK pun direncanakan akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain di wilayah Banjarnegara sebagai wujud nyata pengabdian madrasah kepada masyarakat. (Fy)