Ujian Praktik Prakarya Kelas 9 Meriahkan Ajang ARTSANSIA Madtsansa

Banjarnegara — Suasana aula Madtsansa tampak semarak pada Sabtu (31/1) saat pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Prakarya kelas 9 yang dikemas dalam ajang Aksi Seni dan Kreasi Siswa Madtsansa atau yang dikenal dengan ARTSANSIA. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi siswa kelas 9 dalam menunjukkan keterampilan sekaligus kreativitas mereka dalam bidang pengolahan bahan pangan, khususnya buah-buahan.

Ujian praktik kali ini mengusung tema pembuatan produk olahan buah. Para peserta ditantang untuk mengolah berbagai jenis buah menjadi sajian menarik, baik dari segi rasa, tampilan, maupun nilai gizi. Sebanyak 34 tim mengikuti ujian ini, dengan masing-masing tim beranggotakan tiga siswa. Beragam menu olahan buah ditampilkan, mulai dari salad buah, jus kreasi, puding buah, hingga dessert inovatif dengan sentuhan modern yang memikat perhatian para penilai dan pengunjung.

Kegiatan yang berlangsung di aula Madtsansa tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah unjuk bakat dan kreativitas siswa. Meja-meja peserta tertata rapi dengan dekorasi yang beragam, memperlihatkan keseriusan para siswa dalam mempersiapkan karya terbaik mereka. Aroma buah segar dan aneka hidangan manis memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang meriah sekaligus menggugah selera.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan Madtsansa, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, ujian praktik yang dikemas dalam bentuk pameran kreatif seperti ARTSANSIA memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

“Kegiatan ini tidak hanya menilai kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih kerja sama tim, kreativitas, serta kepercayaan diri mereka. Kami berharap siswa dapat mengambil pelajaran berharga dari proses ini, bukan hanya hasil akhirnya,” ujarnya.

Guru mata pelajaran Prakarya kelas 9 yang juga bertindak sebagai penilai, Tri Rochani, menjelaskan bahwa aspek penilaian tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga kebersihan, teknik pengolahan, penyajian, serta inovasi produk. Ia mengaku bangga melihat perkembangan kemampuan siswa dibandingkan saat awal pembelajaran.

“Banyak sekali ide kreatif yang muncul. Ada yang mengombinasikan buah lokal dengan teknik penyajian modern. Ini menunjukkan bahwa siswa mampu menerapkan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata,” tuturnya.

Salah satu peserta dari kelas 9A, Abyan, mengungkapkan bahwa persiapan ujian dilakukan bersama timnya sejak beberapa hari sebelumnya. Mereka berdiskusi menentukan konsep menu hingga mencoba beberapa resep sebelum hari pelaksanaan.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda, jadi kami memadukan buah naga dan mangga dalam bentuk dessert dingin. Walaupun sempat gugup, kami senang karena bisa bekerja sama dan hasilnya cukup memuaskan,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Faqih, siswa kelas 9C, yang mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan selama belajar di Madtsansa. Ia merasa ujian praktik seperti ini lebih menyenangkan dibandingkan ujian tertulis semata. “Kami bisa langsung mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. Selain itu, kami juga belajar membagi tugas dan mengatur waktu agar produk selesai tepat waktu,” ujarnya.

Pelaksanaan ujian praktik Prakarya dalam ajang ARTSANSIA ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kreatif, keterampilan hidup (life skill), serta rasa tanggung jawab siswa terhadap proses pembelajaran. Dengan konsep yang interaktif dan aplikatif, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penilaian akhir, tetapi juga menjadi ruang apresiasi karya siswa. Madtsansa pun terus berkomitmen menghadirkan inovasi pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif, produktif, dan percaya diri dalam mengekspresikan potensi mereka. (Lin)