Tiga Belas Kelompok Tari Tampil Spektakuler di Ajang ARTSANSIA MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara — Sebanyak 13 kelompok tari dari siswa kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara sukses menampilkan pertunjukan memukau dalam ajang Aksi Seni dan Kreasi Siswa Madtsansa (ARTSANSIA) yang digelar pada Sabtu (31/1). Kegiatan yang menjadi wadah ekspresi seni sekaligus ajang apresiasi bakat siswa ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para penonton yang terdiri atas guru, siswa, serta tamu undangan.

Pertunjukan tari ditampilkan secara berurutan sesuai hasil undian yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap kelompok menampilkan tarian yang telah mereka pelajari dan latih secara intensif selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Proses latihan yang panjang tersebut terlihat dari kekompakan gerak, keserasian kostum, hingga penghayatan ekspresi para penari saat berada di atas panggung.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras para siswa dalam mempersiapkan penampilan mereka. Menurutnya, kegiatan ARTSANSIA bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri siswa.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar tentang disiplin, kerja sama tim, serta keberanian tampil di depan umum. Kami sangat bangga melihat perkembangan mereka, karena setiap kelompok menunjukkan usaha yang luar biasa. Ini bukti bahwa seni memiliki peran penting dalam pendidikan,” ujar Ikhsanudin di sela kegiatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Seni Budaya, Haki Wanudya Taranggana, yang sekaligus bertugas sebagai juri penilaian. Ia menuturkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada teknik tari, tetapi juga mencakup kekompakan, kreativitas koreografi, serta penguasaan panggung oleh setiap anggota kelompok.

“Saya melihat peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan latihan awal. Anak-anak mampu menampilkan karakter tarian dengan baik. Tantangan terbesar mereka sebenarnya adalah menjaga konsistensi energi dari awal sampai akhir pertunjukan, dan hari ini sebagian besar berhasil melakukannya dengan sangat baik,” jelas Haki.

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari kelompok tari kelas IX A yang membawakan Tari Sradan Suci. Kelompok yang dipimpin oleh Dhiya Ufa tersebut berhasil memukau penonton dengan gerakan yang anggun, kostum yang selaras, serta alunan musik yang mendukung suasana sakral dan estetis. Tepuk tangan meriah terdengar memenuhi ruangan begitu penampilan mereka usai.

Dhiya Ufa mengungkapkan rasa syukurnya atas penampilan kelompoknya yang berjalan lancar. Ia mengaku bahwa latihan yang panjang dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan mereka tampil maksimal di panggung ARTSANSIA.

“Kami latihan hampir setiap minggu setelah jam pelajaran selesai. Awalnya cukup sulit menyamakan gerakan, tapi lama-lama kami semakin kompak. Senang sekali melihat penonton memberi sambutan meriah, itu membuat rasa lelah selama latihan terbayar,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Tak kalah memukau, Getta dari kelas IX D juga berhasil menampilkan Tari Nusantara dengan penuh percaya diri dan tanpa kesalahan berarti. Penampilannya yang energik dan ekspresif mendapatkan apresiasi dari juri maupun penonton. Getta mengaku bahwa dukungan teman-teman satu kelompok membuatnya lebih berani saat tampil.

“Saya sempat gugup sebelum naik panggung, tapi begitu musik mulai, rasa gugup itu hilang. Kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa menampilkan tarian tradisional dengan cara yang menarik dan tetap menghargai budaya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, ajang ARTSANSIA tahun ini dinilai berhasil menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni tari. Keempat belas kelompok menunjukkan dedikasi dan kreativitas yang beragam, mulai dari tarian tradisional hingga kreasi modern yang tetap mengangkat unsur budaya Nusantara. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa di luar kelas serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. (Lin)