
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menggelar kegiatan bertajuk Aksi Seni dan Kreasi Siswa Madtsansa (ARTSANSIA) pada Sabtu (31/1) di lapangan indoor madrasah. Kegiatan ini merupakan bentuk ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya bagi siswa kelas IX yang dikemas dalam sebuah pagelaran seni yang meriah dan penuh kreativitas. Berbagai penampilan ditampilkan oleh para siswa, mulai dari seni tari, musik, seni lukis, hingga pengolahan buah yang menarik perhatian seluruh warga madrasah.
Kegiatan ARTSANSIA diikuti oleh seluruh siswa kelas IX yang tampil secara berkelompok sesuai bidang seni yang mereka pilih. Lapangan indoor madrasah tampak dipenuhi antusiasme penonton dari siswa kelas VII dan VIII serta para guru yang hadir memberikan dukungan. Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembelajaran praktik yang selama ini telah dipelajari siswa di kelas.
Ketua panitia kegiatan yang juga Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa ARTSANSIA merupakan program tahunan yang dirancang untuk memberikan ruang ekspresi bagi siswa.
“Kegiatan ini bukan sekadar ujian praktik, tetapi juga wadah bagi siswa untuk menunjukkan potensi, keberanian tampil, serta kerja sama dalam kelompok. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan seni dan kreativitas,” ujarnya.
Menariknya, dalam kegiatan ini siswa kelas VII dan VIII juga dilibatkan sebagai penilai melalui pengisian angket sederhana. Mereka diminta memilih penampilan terbaik menurut versi masing-masing. Sistem ini diharapkan dapat melatih siswa untuk memberikan apresiasi terhadap karya seni sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri bagi para peserta yang tampil.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ARTSANSIA yang berlangsung tertib dan meriah. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam membangun karakter siswa.
“Melalui seni, siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan keberanian mengekspresikan diri. Ini adalah bagian penting dari pendidikan karakter yang kami tanamkan di madrasah,” tuturnya.
Guru Seni Budaya, Hj. Amri Inayati, menjelaskan bahwa persiapan siswa sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Menurutnya, proses latihan menjadi bagian penting dari penilaian.
“Kami tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses latihan, kekompakan, dan kesungguhan mereka. Banyak siswa yang menunjukkan perkembangan luar biasa,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh guru Seni Budaya lainnya, Haki Wanudya Taranggana, yang menilai bahwa seni mampu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik. “Siswa terlihat lebih percaya diri saat tampil. Ini pengalaman yang tidak akan mereka lupakan,” katanya.
Sementara itu, guru Prakarya, Tri Rochani, menyoroti kreativitas siswa dalam pengolahan buah. Berbagai sajian buah diolah menjadi tampilan menarik dan bernilai estetika tinggi. “Anak-anak sangat kreatif. Mereka tidak hanya memotong buah, tetapi juga menata dan mengkombinasikannya dengan konsep tertentu sehingga memiliki nilai seni sekaligus keterampilan hidup,” jelasnya.
Beberapa siswa peserta juga mengungkapkan kesan positifnya. Shaumi dari kelas IX A yang memilih seni lukis merasa kegiatan ini memberinya kesempatan untuk menyalurkan hobi.
“Saya senang bisa memamerkan hasil lukisan saya di depan teman-teman. Rasanya bangga sekali,” ujarnya.
Gaharu dari kelas IX C yang tampil dalam seni musik bersama grup band-nya mengaku gugup namun bahagia.
“Latihannya cukup lama, tapi saat tampil semua terbayar. Teman-teman juga ikut bernyanyi,” katanya.
Jelita dari kelas IX D yang menampilkan seni tari menyebut kegiatan ini melatih kekompakan tim.
“Kami harus kompak dari gerakan sampai kostum. Kerja sama itu yang paling menantang,” tuturnya. Sementara Abyan dari kelas IX A yang memilih pengolahan buah merasa mendapatkan pengalaman baru. “Saya jadi belajar menghias makanan dengan lebih rapi dan menarik,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya ARTSANSIA, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap siswa dapat terus mengembangkan minat dan bakat di bidang seni serta memiliki pengalaman berharga sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memberi ruang luas bagi kreativitas dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. (Fy)
