Ekstrakurikuler Rebana MTs Negeri 1 Banjarnegara Tumbuhkan Bakat Seni Islami Siswa

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berkomitmen mengembangkan potensi dan bakat peserta didik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler rebana yang dilaksanakan pada Selasa (27/1) bertempat di serambi Masjid Darul Ulum Madtsansa. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi yang memiliki minat dalam seni musik Islami dan berlangsung dengan penuh semangat serta kekhidmatan.

Ekstrakurikuler rebana ini dibimbing oleh pembina, Hj. Amri Inayati, serta didampingi oleh satu pelatih profesional dari luar madrasah yang berpengalaman di bidang seni hadrah dan rebana. Kegiatan rutin ini bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam memainkan alat musik rebana, memahami irama shalawat, serta menanamkan nilai-nilai keislaman melalui seni.

Sejak sore hari, para peserta sudah terlihat berkumpul di serambi masjid dengan membawa alat rebana masing-masing. Suasana masjid terasa hidup dengan lantunan shalawat dan tabuhan rebana yang harmonis. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan pelatih, mulai dari teknik dasar memukul rebana, kekompakan irama, hingga penghayatan dalam melantunkan shalawat.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa ekstrakurikuler rebana memiliki peran penting dalam pembinaan karakter siswa. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengasah bakat seni, tetapi juga membentuk sikap disiplin, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Kami sangat mendukung kegiatan ekstrakurikuler rebana ini. Melalui seni Islami, siswa dapat mengekspresikan diri secara positif sekaligus memperdalam nilai-nilai religius. Harapannya, kegiatan ini mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, kreatif, dan berprestasi,” ujar Ikhsanudin.

Pembina ekstrakurikuler rebana, Hj. Amri Inayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih kemampuan bermusik, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan syiar Islam di lingkungan madrasah. Ia menekankan pentingnya kesabaran dan kekompakan dalam memainkan rebana.

“Anak-anak kami latih dari dasar, mulai dari pengenalan alat, teknik memukul, hingga kekompakan tim. Yang paling utama adalah menanamkan rasa cinta terhadap shalawat dan nilai-nilai Islam. Alhamdulillah, semangat mereka sangat luar biasa,” ungkapnya.

Salah satu peserta ekstrakurikuler, Abiza dari kelas 9J, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan rebana. Menurutnya, ekstrakurikuler ini menjadi wadah untuk menyalurkan hobi sekaligus menambah pengetahuan tentang seni Islami.

“Saya merasa senang dan bangga bisa ikut rebana. Selain belajar musik, saya juga belajar kerja sama dan lebih mencintai shalawat. Latihannya seru dan tidak membosankan,” kata Abiza dengan antusias.

Hal senada disampaikan oleh Zuhrul, siswa kelas 9F, yang juga menjadi peserta aktif ekstrakurikuler rebana. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Awalnya saya hanya coba-coba, tapi lama-lama jadi suka. Latihan rebana membuat saya lebih disiplin dan percaya diri, apalagi kalau nanti bisa tampil di acara madrasah atau keagamaan,” tutur Zuhrul.

Dengan adanya bimbingan dari pembina dan pelatih profesional, ekstrakurikuler rebana MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan dapat terus berkembang dan melahirkan grup rebana yang solid serta berprestasi. Selain menjadi sarana pengembangan bakat, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter religius siswa sesuai dengan visi dan misi madrasah. (Fy)