
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual bagi peserta didik. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 7C Tahfiz dengan materi Membedakan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (27/1) dengan memanfaatkan area taman madrasah sebagai sumber belajar langsung.
Pembelajaran di luar kelas ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil melalui pengamatan nyata di lingkungan sekitar. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari secara lebih mudah dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 7C Tahfiz dibagi ke dalam beberapa tim, masing-masing terdiri dari dua orang. Setiap tim diberi tugas untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan yang ada di taman madrasah, kemudian mengelompokkannya ke dalam jenis monokotil dan dikotil berdasarkan ciri-ciri seperti bentuk daun, batang, dan akar. Hasil pengamatan tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto kolase yang dikumpulkan secara berkelompok.
Guru mata pelajaran IPA kelas VII, Hj. Tri Widayati, menjelaskan bahwa metode pembelajaran ini sengaja dirancang agar siswa lebih aktif dan terlibat langsung dalam proses belajar.
“Materi tentang monokotil dan dikotil akan lebih mudah dipahami jika siswa melihat langsung objeknya. Dengan belajar di luar kelas, siswa menjadi lebih antusias, aktif bertanya, dan mampu bekerja sama dalam tim,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa tugas foto kolase juga melatih kreativitas siswa serta kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab dalam kelompok kecil.
“Anak-anak tidak hanya belajar IPA, tetapi juga belajar komunikasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara positif,” imbuhnya.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menyambut baik pelaksanaan pembelajaran di luar kelas tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan implementasi pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik.
“Kami sangat mendukung inovasi pembelajaran seperti ini. Lingkungan madrasah dapat dijadikan laboratorium alam yang efektif. Siswa belajar secara langsung, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada mata pelajaran lain.
“Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Selama terencana dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, kegiatan di luar kelas justru dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa,” tambahnya.
Salah satu siswa kelas 7C Tahfiz, Marisha, mengaku senang mengikuti pembelajaran IPA di taman madrasah. Menurutnya, belajar di luar kelas membuat suasana lebih segar dan tidak membosankan.
“Kami bisa langsung melihat perbedaan daun dan batang tanaman. Jadi lebih paham mana yang monokotil dan mana yang dikotil,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Neila, siswa kelas 7C Tahfiz lainnya. Ia merasa tugas mengumpulkan foto kolase bersama teman satu tim menjadi pengalaman belajar yang menarik.
“Kami bekerja berdua, saling berdiskusi, lalu memotret tanaman. Seru dan jadi lebih kompak,” katanya dengan antusias.
Melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kehidupan nyata. (Lin)
