
Banjarnegara — Ekstrakurikuler Fotografi dan Sinematografi (FOSI) MTsN 1 Banjarnegara terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa di bidang visual kreatif. Pada Kamis (22/1), para anggota FOSI mengikuti pembelajaran sinematografi dengan metode praktik langsung di lingkungan madrasah, menggunakan teman sendiri sebagai model pemeran maupun objek visual.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai sudut madrasah sebagai latar pengambilan gambar. Para siswa belajar menyusun konsep sederhana, menentukan angle kamera, komposisi visual, pergerakan kamera, hingga pengambilan gambar yang mendukung alur cerita. Dengan pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami proses produksi sinematografi secara nyata.
Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai FOSI mampu menjadi sarana positif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus keterampilan abad ke-21.
“Ekstrakurikuler FOSI ini sangat relevan dengan perkembangan zaman. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton media visual, tetapi juga mampu menjadi kreator yang kreatif, bertanggung jawab, dan bernilai edukatif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ikhsanudin, menegaskan bahwa pembelajaran melalui praktik langsung sangat efektif dalam menunjang penguatan kompetensi siswa.
“Melalui praktik sinematografi ini, siswa belajar berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan menerapkan materi secara kontekstual. Ini sejalan dengan pembelajaran berbasis projek yang kami dorong di madrasah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Dwi Lina Rahmawati, menilai kegiatan FOSI juga berperan dalam membangun citra positif madrasah.
“Hasil karya siswa FOSI sangat potensial untuk dipublikasikan melalui media sosial dan kanal resmi madrasah. Ini menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan bahwa MTsN 1 Banjarnegara aktif dan inovatif,” tuturnya.
Pembina Ekstrakurikuler Fotografi dan Sinematografi, Fitriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa terbiasa dengan proses produksi yang sesungguhnya.
“Sengaja kami menggunakan model dari teman sendiri supaya siswa lebih percaya diri dan memahami peran masing-masing, baik sebagai kameramen, sutradara, maupun talent. Dari sini mereka belajar komunikasi, teknis pengambilan gambar, dan etika dalam berkarya,” ungkapnya.
Salah satu siswa FOSI putri, Kanaya Rahma Madinah (7I), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Belajarnya seru karena langsung praktik. Saya jadi tahu cara mengambil gambar yang bagus dan percaya diri tampil di depan kamera,” katanya.
Hal serupa disampaikan siswa FOSI putra, Al Faatihah, yang merasa kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman baru.
“Saya jadi lebih paham tentang angle kamera dan kerja tim. Semoga ke depan bisa membuat video yang lebih bagus lagi,” ujarnya penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, FOSI MTsN 1 Banjarnegara diharapkan terus melahirkan siswa-siswi kreatif yang mampu berkarya positif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi visual di masa depan. (Fy)
