
Banjarnegara — Kanal YouTube resmi MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan konten inspiratif melalui podcast “Madtsansa Ada Apa” episode ke-28 yang resmi dipublikasikan pada Kamis (23/4). Episode terbaru ini mengangkat tema besar keberhasilan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dengan menghadirkan narasumber Kasum selaku sekretaris tim SSK Madtsansa, dipandu oleh host Linara.
Dalam pembukaannya, Linara menyampaikan bahwa episode ini menjadi spesial karena membahas capaian prestisius madrasah yang berhasil meraih predikat “Kriteria Paripurna” dalam program SSK. “Episode kali ini sangat spesial karena kita akan membahas prestasi luar biasa Madtsansa yang berhasil mencapai predikat tertinggi. Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi tentang proses panjang dan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Narasumber Kasum menjelaskan bahwa program SSK memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kependudukan di Indonesia, terutama dalam menghadapi bonus demografi. Ia menekankan bahwa edukasi sejak dini menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berkualitas. “SSK hadir untuk membekali siswa agar memiliki pemahaman kependudukan sejak dini, sehingga mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan seperti pernikahan dini, stunting, hingga persoalan sosial remaja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kasum memaparkan konsep GEMILANG yang menjadi program unggulan di madrasah. Program ini mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam berbagai aspek kegiatan sekolah. “GEMILANG adalah bentuk integrasi pembelajaran, bukan mata pelajaran baru. Ini diterapkan melalui kelas, ekstrakurikuler, hingga bimbingan konseling agar siswa memahami secara kontekstual,” tambahnya.
Sebagai sekretaris tim, Kasum juga menyoroti peran penting administrasi dan dokumentasi dalam keberhasilan meraih predikat paripurna. Menurutnya, konsistensi dan ketelitian menjadi kunci utama. “Dalam penilaian SSK, bukan hanya program yang dinilai, tetapi juga bukti nyata, keberlanjutan, dan kualitas dokumentasi yang harus sesuai standar,” ungkapnya.
Kepala madrasah H Yatiman turut memberikan apresiasi atas terbitnya episode podcast tersebut. Ia menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas. “Podcast ini menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan praktik baik yang telah dilakukan madrasah. Harapannya, ini bisa menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program SSK Madtsansa Hj Asih Wijayanti menegaskan bahwa capaian paripurna tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak. Ia menilai podcast ini menjadi bentuk transparansi sekaligus dokumentasi perjalanan program. “Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. Melalui podcast ini, kami ingin menunjukkan bahwa proses menuju paripurna membutuhkan komitmen bersama, bukan kerja individu,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, Linara juga menyoroti dampak nyata program SSK bagi siswa. Kasum menjawab bahwa perubahan paling terlihat adalah meningkatnya kesadaran siswa terhadap perencanaan masa depan dan isu sosial. “Siswa menjadi lebih peduli, memahami risiko pernikahan dini, dan memiliki wawasan tentang kesehatan reproduksi serta kependudukan,” katanya.
Menutup podcast, Linara menyampaikan refleksi bahwa keberhasilan yang diraih Madtsansa bukanlah sesuatu yang instan. “Dari episode ini kita belajar bahwa keberhasilan lahir dari kerja keras, kolaborasi, dan komitmen yang kuat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ucapnya.
Dengan tayangnya episode ke-28 ini, diharapkan podcast “Madtsansa Ada Apa” tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga ruang inspirasi bagi dunia pendidikan dalam membangun generasi yang sadar kependudukan dan siap menghadapi masa depan. (Fy)
