Dua Guru Madtsansa Ambil Bagian dalam Banjarnegara Culture Carnival 2026, Tampilkan Semangat Pelestarian Budaya

Banjarnegara — Semarak Banjarnegara Culture Carnival 2026 yang digelar pada Kamis (2/4) berlangsung meriah dan penuh warna. Kegiatan budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjarnegara ini diikuti oleh berbagai elemen, termasuk perwakilan dari dunia pendidikan. Di antara peserta yang turut ambil bagian, dua guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, yakni Hj. Yuniyati dan H. Nurwachidin Supriyatno, tampil membanggakan sebagai bagian dari pasukan pengiring Rampak Bima PGRI Kabupaten Banjarnegara.

Keduanya tergabung dalam rombongan yang berjumlah total 34 orang, mewakili Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjarnegara dalam kirab budaya. Rombongan ini mengikuti rute kirab yang dimulai dari Terminal Induk Banjarnegara hingga berakhir di Alun-alun Kota Banjarnegara. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan kekompakan dan kekayaan budaya yang memukau masyarakat yang memadati jalur kirab.

Hj. Yuniyati dan H. Nurwachidin Supriyatno tampil anggun dan berwibawa dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Hj. Yuniyati mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain batik, sementara H. Nurwachidin Supriyatno mengenakan beskap lengkap dengan blangkon. Penampilan keduanya mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus menjadi simbol peran aktif guru dalam melestarikan budaya bangsa.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas partisipasi kedua guru tersebut. Ia menilai keikutsertaan guru dalam kegiatan budaya seperti ini merupakan bentuk nyata kontribusi dunia pendidikan dalam menjaga warisan budaya.

“Kami sangat bangga atas keikutsertaan Ibu Hj. Yuniyati dan Bapak H. Nurwachidin Supriyatno dalam kegiatan Banjarnegara Culture Carnival 2026. Ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga sebagai pelestari budaya yang memberi teladan bagi siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Hj. Yuniyati mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa momentum ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antaranggota PGRI sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Selain sebagai ajang silaturahmi, ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa budaya kita sangat kaya dan patut dilestarikan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Nurwachidin Supriyatno. Ia menuturkan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan budaya memberikan pesan penting kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga identitas bangsa.

“Kami ingin memberi contoh kepada siswa bahwa mencintai budaya sendiri adalah hal yang penting. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda semakin bangga dengan budaya daerahnya,” tuturnya.

Ketua PGRI Ranting MTs Negeri 1 Banjarnegara, Novia Fajriati Alqomar, juga memberikan apresiasi atas partisipasi para guru dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa keikutsertaan anggota PGRI dalam kirab budaya merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Kami sangat mengapresiasi semangat teman-teman guru yang telah berpartisipasi. Ini menjadi bukti bahwa PGRI tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya,” jelasnya.

Dengan keikutsertaan dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam Banjarnegara Culture Carnival 2026, diharapkan dapat menginspirasi siswa dan masyarakat untuk terus mencintai serta melestarikan budaya daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan identitas budaya di tengah arus modernisasi. (Lin)