
Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam ajang olahraga tingkat kabupaten. Dua atlet panahan Madtsansa berhasil meraih kemenangan dalam Archery Championship #3 PERPANI Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin (15/2). Keberhasilan tersebut menambah daftar capaian gemilang madrasah dalam bidang nonakademik, khususnya olahraga panahan.
Dua atlet yang mengharumkan nama madrasah tersebut adalah Syafiq Khairy Zakwan dari kelas 8D yang berhasil meraih Juara 3 kategori Individu Divisi Standar Nasional SMP 30 Meter Putra, serta Aysha Putri Saffana Ramadhani dari kelas 8D yang sukses menyabet Juara 2 kategori Individu Divisi Standar Nasional SMP 30 Meter Putri. Keduanya merupakan siswa kelas khusus olahraga yang selama ini dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat daerah.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian kedua siswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan siswa. Ia menuturkan bahwa madrasah selalu berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara mampu bersaing secara sehat dan menunjukkan potensi terbaiknya. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berlatih dan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi. Madrasah akan terus mendukung kegiatan positif yang mengembangkan bakat dan minat siswa,” ungkap Ikhsanudin.
Pembina ekstrakurikuler panahan sekaligus wali kelas 8D kelas khusus olahraga, Dody Herdiyanto, S.Pd., juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan anak didiknya. Ia menjelaskan bahwa proses latihan dilakukan secara rutin dan bertahap, mulai dari penguatan teknik dasar hingga pengendalian fokus saat bertanding. Menurutnya, konsistensi latihan dan mental bertanding menjadi faktor penting dalam olahraga panahan.
“Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa selama persiapan. Mereka disiplin mengikuti jadwal latihan dan mau terus memperbaiki teknik. Saya bangga karena mereka tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada proses belajar dan sportivitas,” ujar Dody.
Ia juga menambahkan bahwa kelas khusus olahraga di Madtsansa dirancang untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dengan pembinaan bakat sehingga siswa tetap mampu berprestasi di berbagai bidang.
Syafiq Khairy Zakwan mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih juara tidak lepas dari dukungan guru, orang tua, dan teman-teman sekelas. Ia mengaku sempat merasa gugup saat awal pertandingan, namun berusaha tetap fokus pada target dan teknik yang telah dilatih.
“Saya senang sekali bisa membawa pulang medali. Ini pengalaman berharga dan membuat saya semakin termotivasi untuk berlatih lebih giat lagi,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Aysha Putri Saffana Ramadhani. Ia menyebut bahwa latihan rutin dan arahan pelatih sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan dirinya saat bertanding. Aysha berharap ke depan dapat mengikuti kompetisi dengan level yang lebih tinggi dan meraih hasil yang lebih baik.
“Saya bersyukur bisa meraih juara. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung. Semoga ke depan saya bisa terus berkembang dan memberikan prestasi yang lebih membanggakan,” ujarnya. Keberhasilan dua atlet panahan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan bakat di MTs Negeri 1 Banjarnegara berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani mengasah potensi diri, menjaga semangat berlatih, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kompetisi. Madrasah pun optimistis akan terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan dan karakter. (Fy)
