
Banjarnegara — Ketua Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Asih Wijayanti, didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi SSK yang dilaksanakan pada Selasa (10/2). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman tentang isu kependudukan serta mendorong peran aktif sekolah dalam membentuk generasi muda yang berencana, sehat, dan berdaya saing.
Acara berlangsung di Pusat Layanan Usaha Terpadu Kalibenda Sigaluh Banjarnegara dan diikuti oleh 25 sekolah dari jenjang SMP MTs dengan dihadiri oleh kepala dan satu guru. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pendidikan kependudukan sejak dini, pencegahan pernikahan usia anak, kesehatan reproduksi remaja, serta pembentukan karakter generasi yang siap menghadapi tantangan demografi di masa depan.
Kepala madrasah, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sehingga salah satu tenaga pendidik terbaik dapat berbagi praktik baik kepada sekolah lain.
“Program SSK bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter dan masa depan bangsa. Kami bangga Ibu Asih dipercaya menjadi narasumber karena beliau memang konsisten menggerakkan program kependudukan di madrasah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan SSK di madrasah tidak lepas dari kerja tim yang solid, dukungan seluruh warga sekolah, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam paparannya, Asih Wijayanti menjelaskan bahwa SSK di madrasahnya dikembangkan melalui berbagai kegiatan inovatif, mulai dari pojok kependudukan, konseling sebaya, literasi remaja, hingga kampanye anti pernikahan dini. Ia menegaskan bahwa pendidikan kependudukan harus dikemas secara menarik agar mudah diterima oleh remaja.
“Remaja saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, sekolah harus hadir memberi bekal pengetahuan, keterampilan hidup, dan nilai-nilai yang kuat agar mereka mampu mengambil keputusan yang tepat bagi masa depannya,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan SSK terletak pada keterlibatan aktif siswa sebagai subjek, bukan sekadar objek program. Oleh karena itu, pembentukan duta SSK dan layanan konseling sebaya menjadi strategi utama untuk menjangkau kebutuhan remaja secara langsung.
Ketua pelaksana kegiatan –Holy mengungkapkan bahwa persiapan acara dilakukan secara matang agar materi yang disampaikan dapat dipahami peserta secara optimal.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan di sekolah masing-masing. Kehadiran narasumber yang berpengalaman seperti Ibu Asih menjadi motivasi besar bagi kami,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring sekolah siaga kependudukan di wilayah setempat.
Sementara itu, sekretaris tim SSK Madtsansa, Kasum, yang turut mempersiapkan materi presentasi, menjelaskan bahwa bahan yang disampaikan telah disusun berdasarkan pengalaman nyata pelaksanaan program di madrasah.
“Kami menampilkan contoh kegiatan, strategi pelaksanaan, serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Harapannya, peserta mendapatkan gambaran utuh sehingga lebih mudah mengadaptasi program SSK sesuai kondisi sekolah masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama tim menjadi kunci tersusunnya materi yang komprehensif dan aplikatif.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai implementasi SSK, khususnya terkait pembinaan remaja dan dukungan lingkungan sekolah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mampu mengintegrasikan pendidikan kependudukan dalam kegiatan belajar maupun program kesiswaan. Hal tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berwawasan luas, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara sendiri selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai program inovatif yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kesiapan masa depan siswa. Melalui keterlibatan sebagai narasumber, madrasah ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan Sekolah Siaga Kependudukan secara berkelanjutan di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya. (Lin)
