
Banjarnegara — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banjarnegara, Dr. H. Sukarno, M.M., secara resmi melaunching tiga buku karya siswa kelas sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Selasa (10/2) di Aula RM Kedaung Prigi Banjarnegara. Kegiatan launching dan bedah buku tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap kreativitas literasi siswa sekaligus wujud nyata komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya menulis di kalangan peserta didik.
Tiga buku yang diluncurkan merupakan hasil karya kolaboratif siswa kelas unggulan sastra Madtsansa, yakni Hati Anak Negeri (antologi puisi), Kala Lentera Tersisih Jarak (antologi fabel), dan Surat dari Esok (antologi cerpen plot twist). Ketiga buku tersebut merupakan hasil proses panjang pembelajaran literasi yang dilakukan secara konsisten di madrasah dengan pendampingan guru dan narasumber profesional di bidang sastra.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Banjarnegara H. Sukarno menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada MTs Negeri 1 Banjarnegara yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pendidikan berbasis literasi. Ia menegaskan bahwa karya tulis siswa bukan sekadar produk akademik, melainkan bukti nyata kemampuan berpikir kritis dan kreativitas generasi muda.
“Saya yakin dan bangga. Madtsansa ini adalah madrasah unggulan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk karakter dan daya cipta siswa. Menulis buku di usia madrasah adalah capaian luar biasa. Ini bukan hal mudah, tetapi perjuangan anak-anak ini akan selalu membuahkan hasil di masa depan,” ujar H. Sukarno di hadapan para undangan.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Banjarnegara untuk terus mengembangkan program literasi. Menurutnya, literasi merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program kelas sastra merupakan bagian dari strategi madrasah dalam memberikan ruang pengembangan minat dan bakat siswa. Ia menuturkan bahwa ketiga buku tersebut merupakan hasil proses pembelajaran selama satu tahun yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru pembimbing hingga dosen sastra sebagai pemateri.
“Madrasah berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan abad 21. Kelas sastra ini menjadi wadah bagi siswa yang memiliki ketertarikan pada dunia tulis menulis. Kami bersyukur karya mereka dapat terbit dan diapresiasi langsung oleh Kankemenag,” ungkap H. Yatiman.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Daerah Banjarnegara, Masfufatun Juni, turut memberikan apresiasi terhadap terbitnya buku karya siswa madrasah. Ia menilai bahwa langkah MTs Negeri 1 Banjarnegara sejalan dengan program penguatan budaya baca dan literasi daerah.
“Ini langkah yang sangat positif. Ketika siswa mampu menghasilkan buku, maka mereka tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencipta pengetahuan. Kami dari perpustakaan daerah sangat mendukung dan berharap buku-buku ini nantinya juga dapat menjadi koleksi literasi daerah,” tuturnya.
Koordinator Kelas Unggulan Sastra, Sarno, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku dilakukan melalui tahapan seleksi karya, penyuntingan, hingga penerbitan. Ia menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam setiap tahap bertujuan agar mereka memahami proses kreatif secara menyeluruh.
“Anak-anak tidak hanya menulis, tetapi juga belajar mengedit, memilih judul, hingga memahami tata letak buku. Kami ingin mereka merasakan pengalaman nyata menjadi penulis muda. Harapannya, kelak mereka memiliki keberanian untuk terus berkarya,” jelas Sarno.
Acara launching dan bedah buku berlangsung meriah dengan dihadiri guru, siswa, serta tamu undangan dari berbagai instansi. Selain seremoni peluncuran, kegiatan juga diisi dengan pemaparan isi buku dan sesi diskusi literasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya religius dan berprestasi, tetapi juga kreatif serta produktif dalam dunia literasi. (Lin)
