Hari Pertama Simulasi TKA Kedua, Siswa Kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara Berlatih Disiplin dan Kesiapan Akademik

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan hari pertama kegiatan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kedua pada Selasa (10/2). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX yang terbagi dalam beberapa sesi sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Pelaksanaan simulasi dipusatkan di laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) dengan memanfaatkan perangkat komputer sekolah serta jaringan internet yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sejak pagi hari, para siswa tampak hadir dengan tertib dan mengenakan seragam lengkap sesuai ketentuan madrasah. Mereka memasuki ruang laboratorium komputer secara bergiliran berdasarkan sesi yang telah diumumkan. Panitia memastikan setiap peserta duduk di tempat yang telah ditentukan untuk menjaga ketertiban serta kelancaran pelaksanaan simulasi berbasis komputer. Suasana laboratorium terlihat kondusif, dengan siswa fokus mengerjakan soal yang ditampilkan pada layar monitor masing-masing.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa simulasi TKA ini merupakan bagian penting dari persiapan akademik siswa sebelum menghadapi asesmen yang sesungguhnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih mental, kedisiplinan, serta keterampilan mereka dalam mengikuti ujian berbasis teknologi. “Simulasi ini menjadi sarana pembiasaan agar siswa tidak canggung saat menghadapi tes yang sebenarnya. Kami ingin memastikan seluruh siswa memiliki kesiapan yang optimal, baik dari sisi materi pelajaran maupun kesiapan teknis penggunaan komputer,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menambahkan bahwa pembagian sesi dilakukan untuk mengakomodasi jumlah peserta sekaligus menjaga kenyamanan selama pelaksanaan. Ia menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup beberapa mata pelajaran utama serta survei pendukung yang dirancang untuk memetakan kemampuan dan karakter belajar siswa. “Dengan adanya simulasi, guru dapat melihat gambaran awal capaian akademik siswa sehingga nantinya dapat dilakukan tindak lanjut berupa pendampingan belajar yang lebih terarah,” jelasnya.

Dari sisi teknis pelaksanaan, proktor kegiatan, Kasum, mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari pengecekan perangkat komputer, kestabilan jaringan internet, hingga sinkronisasi sistem ujian. Ia bersyukur pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah seluruh perangkat dapat digunakan dengan baik. Kami juga menyiapkan cadangan perangkat untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan teknis. Sampai sesi terakhir hari ini, pelaksanaan berjalan tertib dan minim kendala,” terangnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Fadey Arkana, siswa kelas IX A, mengaku simulasi ini membantunya memahami pola soal serta mengatur waktu pengerjaan. Ia merasa lebih percaya diri setelah mengikuti simulasi karena dapat mengetahui bagian materi yang masih perlu dipelajari kembali. “Soalnya cukup menantang, tapi simulasi ini membuat saya lebih siap. Saya jadi tahu harus lebih banyak latihan di beberapa mata pelajaran,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Eka Nindi dari kelas IX D. Ia menilai simulasi berbasis komputer memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan ujian tertulis biasa. Menurutnya, penggunaan komputer menuntut ketelitian sekaligus kecepatan dalam membaca dan menjawab soal. “Awalnya agak gugup, tapi setelah beberapa menit jadi terbiasa. Simulasi ini sangat membantu supaya nanti tidak kaget saat tes sebenarnya,” katanya.

Melalui pelaksanaan simulasi TKA kedua ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh siswa kelas IX dapat semakin siap menghadapi asesmen akademik mendatang. Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian siswa dalam mengikuti ujian berbasis teknologi. Madrasah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar hasil yang dicapai siswa dapat semakin optimal. (Fy)