
Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui kegiatan kepramukaan. Dua siswa Pramuka Penggalang berhasil lolos dalam ajang seleksi peserta Jambore Nasional tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara yang dilaksanakan pada Jumat hingga Sabtu (6–7 Februari) di Sanggar Pramuka Kwarcab Banjarnegara. Kedua siswa tersebut adalah Aisyamara Azarine Ramadhani dan Raffasya Aufa Putra yang berhasil masuk peringkat peserta terbaik dan berhak mengikuti tahapan pemantapan menuju Jambore Nasional XII tahun 2026.
Seleksi Pra Jambore Nasional tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah se-Kabupaten Banjarnegara. Para peserta mengikuti serangkaian penilaian yang meliputi tes tertulis, samapta, pengetahuan kepramukaan, sandi isyarat, pioneering, wawancara, hingga kepemimpinan. Dari hasil rekap penilaian, Aisyamara berhasil menempati peringkat lima kategori putri, sementara Raffasya menempati peringkat tujuh kategori putra. Pencapaian ini menempatkan keduanya dalam daftar peserta yang berhak melanjutkan ke tahap pemantapan sebagai calon kontingen Jambore Nasional.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa kegiatan ekstrakurikuler pramuka di madrasah berjalan dengan baik dan mampu melahirkan siswa berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian Aisyamara dan Raffasya. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin latihan, serta bimbingan para pembina pramuka. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama madrasah,” ujar H. Yatiman.
Pembina Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum seleksi berlangsung. Ia menuturkan bahwa latihan difokuskan pada peningkatan fisik, keterampilan teknis kepramukaan, serta mental dan kepercayaan diri peserta.
“Anak-anak kami latih secara rutin, baik materi teori maupun praktik lapangan. Kami juga membiasakan mereka untuk disiplin waktu dan kerja sama tim. Alhamdulillah hasilnya terlihat pada seleksi kemarin,” ungkap Ikhsanudin.
Hal senada disampaikan oleh pembina pramuka lainnya, Yuliana Rahmanti. Ia menilai bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari semangat dan kesungguhan para siswa dalam mengikuti setiap tahapan latihan. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk persiapan yang lebih matang menuju Jambore Nasional.
“Ini baru tahap awal. Setelah ini masih ada pemantapan yang harus diikuti. Kami akan terus mendampingi dan mempersiapkan mereka agar bisa tampil maksimal di tingkat nasional nanti,” tutur Yuliana.
Aisyamara Azarine Ramadhani mengaku tidak menyangka bisa meraih peringkat lima dalam seleksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti seleksi menjadi pelajaran berharga dan menambah rasa percaya dirinya.
“Saya senang sekali dan bersyukur bisa lolos. Soalnya pesertanya banyak dan semuanya hebat. Saya ingin terus berlatih supaya bisa memberikan yang terbaik di tahap selanjutnya,” kata Aisyamara dengan penuh semangat.
Sementara itu, Raffasya Aufa Putra juga mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil yang diraih. Ia mengaku seleksi berlangsung cukup menantang, terutama pada sesi samapta dan pioneering yang membutuhkan ketahanan fisik serta ketelitian.
“Seleksinya cukup sulit, tapi saya berusaha fokus dan tidak menyerah. Terima kasih kepada pembina dan teman-teman yang selalu memberi semangat. Semoga nanti bisa membawa nama baik madrasah di tingkat nasional,” ujarnya.
Keberhasilan dua siswa tersebut menjadi bukti nyata bahwa kegiatan kepramukaan di MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, serta berjiwa kepemimpinan. Madrasah pun berharap prestasi ini menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar di ajang Jambore Nasional mendatang. (Lin)
