Kelas 7 Unggulan Sastra dan Seni MTs Negeri 1 Banjarnegara Terbitkan Buku Antologi Puisi Perdana

Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kelas Unggulan Sastra dan Seni kelas 7 berhasil menerbitkan buku antologi puisi perdananya yang berjudul “Hati Anak Negeri di Bawah Langit Kata.” Buku ini merupakan hasil karya kolaboratif para siswa yang dibimbing secara intensif oleh guru pembina sastra. Terbitnya buku tersebut menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi literasi dan kreativitas peserta didik sejak dini.

Buku antologi puisi ini memuat puluhan karya puisi yang ditulis oleh siswa kelas 7 Sastra dan Seni. Setiap puisi menggambarkan beragam tema, mulai dari persahabatan, keluarga, cita-cita, cinta tanah air, hingga refleksi kehidupan remaja. Proses penyusunan buku dilakukan selama beberapa bulan melalui kegiatan rutin menulis, diskusi sastra, serta pendampingan penyuntingan naskah. Karya-karya yang terpilih kemudian dikurasi dan disusun menjadi sebuah buku yang tidak hanya menarik dari segi isi, tetapi juga memiliki desain sampul yang artistik.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan langkah besar dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para siswa, guru pembina, serta seluruh tim yang terlibat. Terbitnya buku antologi puisi ini menunjukkan bahwa siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara memiliki potensi besar dalam bidang sastra dan seni. Ini bukan hanya sekadar buku, tetapi wujud nyata kreativitas dan keberanian mereka dalam menuangkan gagasan,” ujarnya.

Koordinator Kelas Unggulan Sastra, Sarno, menjelaskan bahwa program kelas unggulan memang dirancang untuk memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang sastra. Ia menuturkan bahwa penerbitan buku ini menjadi target awal yang ingin dicapai sejak awal tahun pelajaran.

“Kami ingin anak-anak merasakan pengalaman nyata sebagai penulis. Mereka belajar menulis, merevisi, menerima kritik, hingga melihat karyanya dicetak menjadi buku. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan mental dan kepercayaan diri mereka,” jelas Sarno.

Pembina Sastra Kelas 7, Linara, turut mengungkapkan rasa haru dan bangganya. Ia menilai bahwa proses kreatif yang dilalui para siswa tidaklah mudah, namun mereka mampu menunjukkan semangat dan konsistensi yang luar biasa.

“Anak-anak sangat antusias dalam setiap sesi pembinaan. Mereka berani berekspresi dan terus berlatih memperbaiki tulisan. Buku ini adalah hasil dari proses panjang, bukan instan. Saya berharap ini menjadi awal dari lahirnya penulis-penulis muda yang kelak bisa membawa nama baik madrasah,” tutur Linara.

Salah satu siswa kelas 7 Sastra dan Seni, Tasya, mengaku senang sekaligus tidak menyangka puisinya bisa terbit dalam sebuah buku. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut memberinya motivasi untuk terus menulis.

“Awalnya saya ragu apakah tulisan saya cukup bagus. Tapi setelah dibimbing dan didorong oleh guru, saya jadi lebih percaya diri. Melihat nama saya ada di buku rasanya sangat membahagiakan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Alubna, siswa lainnya yang turut berkontribusi dalam buku antologi tersebut. Ia merasa kegiatan menulis puisi membuatnya lebih berani mengungkapkan perasaan dan pikiran.

“Menulis puisi membuat saya lebih bebas bercerita tentang apa yang saya rasakan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari buku ini dan ingin terus berkarya ke depannya,” katanya.

Terbitnya “Hati Anak Negeri di Bawah Langit Kata” diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siswa kelas unggulan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkarya dan mencintai literasi. Madrasah pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa agar potensi siswa di bidang sastra dan seni semakin berkembang serta mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. (Fy)