Dua Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Raih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional MARSSAL-12

Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara di kancah nasional. Dua tim riset madrasah tersebut berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional MARSSAL-12 (Madrasah for Religion, Science, Sport, Art & Language) yang diselenggarakan oleh MTsN 1 Banda Aceh. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di bidang ilmiah sekaligus kreatif.

Tim pertama yang berhasil mengharumkan nama madrasah adalah Miladya Khansa Maulana dan Shafa Zalika Lorenia pada bidang Sosial Humaniora. Mereka mengangkat judul penelitian “Midnight Rats: Game Strategi dan Edukasi Nilai Antikorupsi Berkonsep Werewolf.” Karya ini menggabungkan unsur permainan strategi dengan pendidikan karakter antikorupsi, sehingga dinilai inovatif serta relevan dengan pembelajaran nilai moral di kalangan remaja. Melalui konsep permainan yang menarik, penelitian ini menawarkan metode edukasi yang tidak membosankan namun tetap sarat pesan etika dan integritas.

Sementara itu, Tim kedua yang beranggotakan Yumna Nur Mabruroh dan Alifhia Callista Putri Darmawan meraih Juara 3 pada bidang Sains dan Teknologi dengan judul penelitian “Formulasi dan Efektivitas Biofoam Ant-repellant dari Limbah Kulit Kentang (Solanum tuberosum L) dengan Kombinasi Jintan Hitam (Nigella sativa) untuk Pengganti Styrofoam.” Penelitian ini mengangkat isu lingkungan dengan menawarkan solusi ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah kulit kentang menjadi biofoam yang berfungsi sebagai pengusir semut sekaligus alternatif pengganti styrofoam. Inovasi tersebut mendapat apresiasi juri karena memadukan aspek keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan nilai ekonomis.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para siswa. Ia menuturkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, pembimbing, serta dukungan seluruh warga madrasah.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Kami percaya bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi peneliti muda yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Pembimbing riset, Musfiatul Muniroh, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap dedikasi dan semangat belajar para siswa. Menurutnya, proses penelitian tidaklah singkat dan membutuhkan ketekunan tinggi.

“Anak-anak menunjukkan komitmen luar biasa mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan data, hingga penyusunan laporan. Mereka belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan berani mempresentasikan ide di tingkat nasional,” jelasnya.

Perwakilan Tim 1, Khansa dan Shafa, mengaku tidak menyangka dapat meraih penghargaan di tingkat nasional. Mereka menyampaikan bahwa ide pembuatan game edukasi muncul dari keinginan menghadirkan pembelajaran nilai antikorupsi dengan cara yang menyenangkan.

“Kami ingin membuat media belajar yang tidak membosankan, sehingga teman-teman bisa memahami nilai kejujuran dan tanggung jawab melalui permainan,” ujar Khansa. Shafa menambahkan bahwa pengalaman mengikuti lomba nasional memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam hal manajemen waktu dan keberanian berbicara di depan juri.

Sementara itu, Tim 2, Yumna dan Alifhia, menyampaikan bahwa penelitian mereka berangkat dari kepedulian terhadap masalah sampah styrofoam yang sulit terurai.

“Kami ingin mencari solusi sederhana namun bermanfaat bagi lingkungan. Ternyata limbah kulit kentang bisa diolah menjadi bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan,” tutur Yumna. Alifhia menambahkan bahwa proses eksperimen membutuhkan ketelitian tinggi, namun hasilnya memberikan kepuasan tersendiri karena dapat berkontribusi pada isu keberlanjutan.

Prestasi dua tim riset ini semakin menegaskan komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendorong budaya literasi, penelitian, dan inovasi di kalangan siswa. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya, berpikir ilmiah, serta berani menampilkan ide kreatif di tingkat yang lebih luas. Dengan semangat

“Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia,” MTs Negeri 1 Banjarnegara optimistis akan terus melahirkan generasi unggul yang berdaya saing tinggi di masa depan. (Lin)