
Banjarnegara — Dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara dan Yuniyati, turut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Transformasi Digital PGRI Menuju Organisasi Kelas Dunia yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (4/2) bertempat di Rumah Guru Sokarandi, Banjarnegara. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pengurus PGRI Kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di era digital.
Seminar yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari unsur pengurus besar PGRI yang membahas pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi guru, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung profesionalisme pendidik. Acara berlangsung dengan suasana penuh semangat dan antusiasme peserta yang datang dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Banjarnegara.
Dalam kegiatan tersebut, Linara mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai Master of Ceremony (MC). Peran tersebut dijalankannya dengan baik sehingga rangkaian acara dapat berlangsung tertib, komunikatif, dan tepat waktu. Sementara itu, Yuniyati mengikuti seluruh rangkaian seminar sebagai peserta aktif yang terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan kedua guru tersebut dalam kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, seminar transformasi digital menjadi wadah penting bagi guru untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan pendidikan berbasis teknologi.
“Kami sangat mendukung keikutsertaan guru dalam kegiatan-kegiatan pengembangan profesional seperti ini. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons oleh setiap pendidik. Kehadiran Linara dan Yuniyati diharapkan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan madrasah, baik dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran maupun penguatan organisasi guru,” ungkap H. Yatiman.
Linara mengaku merasa bangga sekaligus tertantang saat mendapat amanah sebagai MC dalam seminar tingkat kabupaten tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru, terutama dalam memahami arah kebijakan organisasi guru di era digital.
“Menjadi MC dalam kegiatan besar seperti ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi, saya juga memperoleh banyak ilmu dari materi seminar. Transformasi digital membuka peluang besar bagi guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran,” ujar Linara.
Senada dengan itu, Yuniyati menyampaikan bahwa seminar tersebut memberinya wawasan baru mengenai pentingnya kolaborasi antar guru serta pemanfaatan platform digital dalam kegiatan organisasi dan proses belajar mengajar. Ia menilai bahwa perubahan zaman menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Kami diingatkan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bukan hanya untuk administrasi, tetapi juga untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi siswa,” tutur Yuniyati.
Kegiatan seminar ditutup dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen seluruh pengurus PGRI Kabupaten Banjarnegara untuk terus mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan. Keikutsertaan Linara dan Yuniyati menjadi bukti nyata dukungan MTs Negeri 1 Banjarnegara terhadap peningkatan kompetensi guru serta keterlibatan aktif dalam organisasi profesi.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing, membawa semangat inovasi, serta memperkuat kolaborasi demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat global. (Fy)
