
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya bagi siswa kelas IX melalui kegiatan bertajuk Aksi Seni dan Kreasi Siswa Madtsansa (ARTSANSIA) pada Sabtu (31/1). Dalam kegiatan tersebut, para siswa memilih bidang seni lukis sebagai media ekspresi kreativitas sekaligus penilaian akhir praktik. Kegiatan berlangsung di ruang kelas 9A dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta.
Sebanyak 27 siswa mengikuti ujian praktik melukis dengan tema bebas. Berbagai karya ditampilkan, mulai dari lukisan pemandangan alam, sketsa wajah, hingga lukisan abstrak dengan perpaduan warna yang berani. Setiap siswa diberikan waktu yang cukup untuk menuangkan ide dan imajinasinya di atas kanvas maupun kertas gambar yang telah disiapkan sebelumnya. Guru pengampu Seni Budaya turut melakukan pendampingan sekaligus penilaian berdasarkan aspek teknik, komposisi warna, kerapian, dan orisinalitas karya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ujian praktik yang dikemas secara kreatif melalui kegiatan ARTSANSIA. Menurutnya, ujian praktik tidak hanya menjadi sarana evaluasi kemampuan siswa, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap seni.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena seni merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Melalui seni, anak-anak belajar mengekspresikan perasaan, melatih ketekunan, serta meningkatkan kreativitas. Hasil karya mereka hari ini menunjukkan potensi yang luar biasa,” ujarnya.
Guru Seni Budaya MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Amri Inayati, menjelaskan bahwa pemilihan bidang melukis bertujuan untuk memberikan ruang kebebasan berekspresi kepada siswa. Ia menilai bahwa setiap karya memiliki ciri khas masing-masing yang mencerminkan kepribadian pembuatnya.
“Tema bebas kami pilih agar siswa tidak merasa terbatasi. Dari sini terlihat bagaimana imajinasi mereka berkembang. Ada yang memilih menggambar alam, potret wajah, bahkan ada yang mencoba gaya abstrak. Semua kami nilai berdasarkan proses dan hasil akhirnya,” jelasnya.
Salah satu peserta ujian, Nadia dari kelas IX B, memilih melukis sketsa wajah sebagai bentuk tantangan pribadi. Ia mengaku tertarik menggambar wajah manusia karena membutuhkan ketelitian dalam proporsi dan detail.
“Saya memang suka menggambar wajah sejak kelas VII. Untuk ujian ini saya mencoba membuat sketsa wajah perempuan dengan ekspresi tenang. Bagian yang paling sulit adalah mata dan bayangan wajah, tapi saya senang bisa menyelesaikannya,” ungkap Nadia dengan wajah sumringah.
Peserta lainnya, Aldaninda Raya dari kelas IX C, menampilkan lukisan pemandangan alam berupa perbukitan dengan gradasi langit senja. Ia mengatakan bahwa alam menjadi inspirasi utamanya karena memberikan ketenangan saat melukis.
“Saya memilih tema alam karena lebih bebas memainkan warna. Saya suka mencampur warna biru dan oranye untuk langit senja. Rasanya lebih rileks dan tidak terlalu tegang saat ujian,” tuturnya.
Kegiatan ujian praktik ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga sarana apresiasi seni di lingkungan madrasah. Hasil karya siswa rencananya akan dipajang di area sekolah sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kreativitas mereka. Suasana ruang kelas yang dipenuhi warna dan beragam karya menjadi bukti bahwa seni mampu menghadirkan semangat positif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Melalui kegiatan ARTSANSIA, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap siswa tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan kemampuan mengekspresikan diri. Ujian praktik seni budaya pun menjadi momen berharga bagi siswa kelas IX untuk menunjukkan bakat serta meninggalkan jejak karya sebelum menuntaskan masa belajar mereka di madrasah. (Fy)
