MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Sharing Penyusunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Asesmen Sumatif

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara berpartisipasi aktif dalam kegiatan Sharing Penyusunan Kisi-kisi dan Bahan Naskah Soal Asesmen Sumatif Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (30/1) bertempat di RM Sari Rahayu, Semampir, Banjarnegara, dan diikuti oleh para guru perwakilan madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Banjarnegara.

Dalam kegiatan tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara mengirimkan sebanyak 11 orang guru dari berbagai mata pelajaran. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan penyusunan asesmen pembelajaran, khususnya dalam menghadapi pelaksanaan asesmen sumatif semester genap.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan sharing seperti ini memiliki peran strategis dalam menyamakan persepsi dan standar mutu penilaian antarmadrasah. Menurutnya, penyusunan kisi-kisi dan naskah soal yang baik harus berlandaskan kurikulum, capaian pembelajaran, serta karakteristik peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, para guru dapat saling bertukar pengalaman dan pemahaman tentang penyusunan soal yang berkualitas, objektif, dan terukur. Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara optimal di MTs Negeri 1 Banjarnegara,” ujar H. Yatiman.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru, khususnya dalam bidang evaluasi pembelajaran. Ia menyebutkan bahwa asesmen sumatif bukan sekadar mengukur hasil belajar, tetapi juga menjadi alat refleksi bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran.

“Dengan adanya forum sharing ini, guru-guru dapat menyusun kisi-kisi dan soal asesmen yang lebih terstruktur, sesuai dengan indikator dan kompetensi dasar. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu penilaian dan keadilan bagi peserta didik,” jelas Hj. Yuniyati.

Salah satu peserta dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ratna Damayanti, guru mata pelajaran IPS kelas IX, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam menyusun soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Ia menilai diskusi antarguru dalam satu rumpun mata pelajaran sangat membantu dalam memperkaya referensi dan sudut pandang.

“Melalui diskusi dan sharing, kami dapat saling mengoreksi dan menyempurnakan kisi-kisi serta naskah soal. Hal ini sangat membantu agar soal yang dihasilkan tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga pemahaman dan analisis siswa,” tutur Ratna Damayanti.

Hal serupa disampaikan oleh Erma Ratnaningrum, guru mata pelajaran Bahasa Jawa kelas IX. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang koordinasi dan penyamaan format soal, khususnya untuk mata pelajaran muatan lokal. Menurutnya, penyusunan soal Bahasa Jawa memerlukan ketelitian agar sesuai dengan kaidah bahasa dan budaya lokal.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami guru Bahasa Jawa. Dengan adanya sharing, kami dapat memastikan bahwa kisi-kisi dan soal yang disusun sesuai dengan standar dan tetap memperhatikan kearifan lokal,” ungkap Erma Ratnaningrum.

Kegiatan Sharing Penyusunan Kisi-kisi dan Bahan Naskah Soal ini diharapkan mampu menghasilkan perangkat asesmen yang berkualitas dan dapat digunakan secara bersama oleh madrasah tsanawiyah di Kabupaten Banjarnegara. Partisipasi aktif MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. (Lin)