Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Jadi Juri Lomba Pidato dalam Rangka Harlah ke-14 MIMA Al Falah Joyokusumo

Banjarnegara — Salah satu guru MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kontribusinya dalam dunia pendidikan melalui keikutsertaan aktif pada kegiatan antar-madrasah. Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-14 Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif (MIMA) Al Falah Joyokusumo, seorang guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara, dipercaya menjadi juri Lomba Pidato yang diselenggarakan pada Selasa (27/1).

Kegiatan lomba pidato tersebut merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Harlah MIMA Al Falah Joyokusumo yang bertujuan menggali potensi, melatih keberanian, serta mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum bagi para siswa sejak usia dini. Lomba pidato diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas dengan jumlah dua peserta per kelas. Secara keseluruhan, lomba ini diikuti oleh 25 siswa yang terbagi dalam dua kategori, yakni Kategori A untuk kelas 1–3 dan Kategori B untuk kelas 4–6.

Kepala Madrasah MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keikutsertaan guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Linara sebagai juri menunjukkan bahwa kualitas dan kompetensi guru madrasah telah diakui oleh lembaga pendidikan lain.

“Keikutsertaan guru kami sebagai juri dalam lomba pidato di MIMA Al Falah Joyokusumo merupakan bentuk sinergi positif antar-madrasah. Ini sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman dan penguatan peran guru sebagai pembina generasi muda,” ujar H. Yatiman.

Sementara itu, Kepala MIMA Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan juri dari luar madrasah sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan bakat siswa serta untuk menjaga obyektivitas penilaian. Ia berharap, dengan menghadirkan juri yang kompeten dan berpengalaman, kualitas lomba dapat terjaga dengan baik.

“Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta. Dengan menghadirkan juri dari luar madrasah, penilaian dapat dilakukan secara lebih profesional dan obyektif. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa agar tampil maksimal,” ungkap Wahyul Khimisah.

Linara selaku juri lomba pidato mengaku bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ia menilai bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, baik dari kategori kelas bawah maupun kelas atas. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan melatih kemampuan komunikasi siswa sejak dini.

“Anak-anak tampil dengan penuh semangat dan keberanian. Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk berkembang ke jenjang pendidikan selanjutnya. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tutur Linara.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Lomba Pidato, Umu Khamidah. Ia menjelaskan bahwa lomba pidato telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari teknis pelaksanaan hingga kriteria penilaian. Kriteria penilaian meliputi penguasaan materi, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta keberanian peserta saat tampil di depan umum.

“Kami bersyukur kegiatan lomba pidato dapat berjalan dengan lancar. Kehadiran juri dari MTs Negeri 1 Banjarnegara memberikan warna tersendiri dan meningkatkan kualitas pelaksanaan lomba,” kata Umu Khamidah.

Melalui kegiatan ini, MIMA Al Falah Joyokusumo berharap dapat terus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Keikutsertaan guru MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai juri juga diharapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan serta meningkatkan kolaborasi dalam memajukan pendidikan madrasah di Kabupaten Banjarnegara. (Lin)