Menyiapkan Pembina Tangguh, Dua Guru Madtsansa Ikuti KMD Kwarcab Banjarnegara

Banjarnegara — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banjarnegara secara resmi menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada hari pertama pelaksanaan yang bertempat di MTs Negeri 2 Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti oleh para calon pembina Pramuka dari berbagai pangkalan, termasuk dua guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, yaitu Surya Widhi Prakosa dan Agustina Dewi Merdekawati.

Kegiatan KMD hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kepramukaan. Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap guru-guru yang mengikuti KMD sebagai bentuk komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui Gerakan Pramuka.

“Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ini menjadi langkah strategis dalam mencetak pembina yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Kami berharap para peserta, khususnya dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmunya di pangkalan masing-masing,” ujar H. Yatiman.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait kepramukaan dan peran pembina Pramuka. Pre-test ini menjadi dasar pemetaan kemampuan peserta sebelum menerima materi inti selama kursus berlangsung.

Agenda berikutnya adalah penyampaian materi Selayang Pandang KMD (Input dan Output KMD) yang disampaikan oleh Kak Sugeng Wiyono. Dalam pemaparannya, Kak Sugeng menjelaskan tujuan, proses, serta kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta setelah mengikuti KMD, yaitu mampu menjadi pembina Pramuka Penggalang yang terampil, berwawasan, dan berjiwa kepemimpinan.

Selanjutnya, Kak Eko memandu sesi kesepakatan selama kegiatan KMD, yang berisi aturan, tata tertib, serta komitmen bersama peserta agar kegiatan dapat berjalan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Kesepakatan ini disambut positif oleh peserta sebagai landasan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Materi berikutnya mengenai kartu packing peserta KMD disampaikan oleh Kak Riva, yang menjelaskan secara rinci peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa peserta selama mengikuti kursus. Penjelasan ini bertujuan menanamkan kemandirian, kesiapan, serta kedisiplinan sebagai karakter utama seorang pembina Pramuka.

Suasana semakin dinamis saat memasuki sesi dinamika kelompok yang dipandu oleh Kak Wiwi. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok melalui pembentukan “camat” atau ketua kelas, dilanjutkan pembentukan kelompok kecil. Setiap kelompok melakukan diskusi internal untuk menentukan nama kelompok, ketua, sekretaris, anggota, serta menyusun yel-yel sebagai identitas dan penguat kekompakan tim.

Salah satu pembina senior Pramuka Penggalang pangkalan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Yulana Rahmanti, menyampaikan bahwa dinamika kelompok merupakan bagian penting dalam KMD.

“Melalui dinamika kelompok, peserta dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan memimpin. Ini adalah bekal utama bagi pembina Pramuka agar mampu membina peserta didik secara efektif dan menyenangkan,” tuturnya.

Menjelang akhir kegiatan hari pertama, peserta mengikuti latihan atau gladi upacara pembukaan sebagai persiapan praktik kepramukaan yang akan dilaksanakan pada hari-hari berikutnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan penutupan yang berlangsung tertib dan penuh semangat.

Salah satu peserta dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, Surya Widhi Prakosa, mengungkapkan kesan positifnya.

“Hari pertama KMD sangat berkesan dan penuh pembelajaran. Materinya terstruktur, suasananya kekeluargaan, dan kami semakin termotivasi untuk menjadi pembina Pramuka yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan hari pertama, para peserta diharapkan siap mengikuti rangkaian KMD selanjutnya dengan semangat, disiplin, dan komitmen tinggi demi kemajuan Gerakan Pramuka di Banjarnegara. (Lin)