Podcast “Madtsansa Ada Apa” Episode 25 Angkat Kisah Madtsansa Bernada yang Tembus FYP TikTok

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan konten inspiratif melalui podcast Madtsansa Ada Apa episode ke-25 yang resmi dipublikasikan di kanal YouTube Madtsansa pada Sabtu (24/1). Episode kali ini mengangkat tema kreativitas dan keberanian berkarya siswa madrasah dengan menghadirkan dua talent konten Madtsansa Bernada, Shafa dan Rossi, yang videonya berhasil menembus For You Page (FYP) TikTok.

Podcast yang dipandu oleh Linara ini direkam di Studio Podcast MTs Negeri 1 Banjarnegara dan berlangsung dengan suasana hangat, reflektif, serta penuh inspirasi. Melalui obrolan mendalam, pendengar diajak menyelami proses kreatif di balik lahirnya Madtsansa Bernada, sebuah konten seni sambung lirik yang dikembangkan oleh Biro Humas melalui tim media Madtsansa.

Dalam pembukaannya, Linara menyampaikan bahwa episode ke-25 ini bukan sekadar membahas viralitas di media sosial, tetapi lebih menekankan pada proses, nilai, dan keberanian siswa dalam mengekspresikan bakatnya.

“Episode ini kami dedikasikan untuk merayakan proses. Bukan tentang angka penonton atau viral semata, tetapi tentang suara jujur anak-anak madrasah yang akhirnya menemukan ruang untuk didengar,” ujar Linara.

Shafa dan Zahwa yang merupakan siswi kelas 8D, menceritakan awal keterlibatan mereka sebagai talent Madtsansa Bernada. Keduanya mengaku tidak pernah membayangkan bahwa kegemaran bernyanyi yang awalnya dilakukan secara sederhana dapat berkembang menjadi karya yang mendapat respons luas dari masyarakat digital.

“Awalnya aku hanya suka bernyanyi untuk diri sendiri. Ketika diajak terlibat di Madtsansa Bernada, aku sempat ragu dan takut. Tapi ternyata justru dari sini aku belajar berani,” ungkap Shafa dalam podcast tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Zahwa. Ia menuturkan bahwa pengalaman tampil di depan kamera dan membagikan suara ke publik merupakan hal baru baginya.

“Madtsansa Bernada jadi pengalaman pertama aku tampil serius dan percaya diri. Dari proses ini, aku belajar banyak tentang kerja sama, kepercayaan, dan keberanian,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling disorot dalam episode ini adalah keberhasilan konten Madtsansa Bernada menembus FYP TikTok sejak video pertama diunggah. Bahkan, salah satu video mereka mendapat komentar langsung dari musisi nasional Raim Laode yang meminta mereka menyanyikan lagu Bersenja Gurau.

“Momen itu benar-benar tidak kami sangka. Rasanya campur aduk antara kaget, senang, dan bersyukur. Itu jadi motivasi besar buat kami untuk terus berkarya,” kata Shafa mengenang.

Dalam kesempatan yang sama, Fitriyanto selaku tim media Madtsansa menyampaikan bahwa Madtsansa Bernada dirancang sebagai ruang aman dan edukatif bagi siswa untuk mengekspresikan potensi seni mereka.

“Kami ingin madrasah hadir secara relevan di ruang digital, tanpa meninggalkan nilai adab, kebersamaan, dan karakter. Konten ini adalah bukti bahwa madrasah bisa kreatif, modern, dan tetap berakar pada nilai,” jelas Fitriyanto.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan konten ini bukan hasil instan, melainkan buah dari proses pendampingan, kepercayaan kepada siswa, serta kerja kolaboratif antara tim media dan peserta didik.

Menutup podcast, Linara berharap episode ke-25 ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa Madtsansa untuk tidak ragu mencoba dan berkarya.

“Semoga cerita Shafa dan Zahwa bisa menguatkan teman-teman bahwa setiap bakat layak diberi ruang. Madrasah bukan hanya tempat belajar di kelas, tetapi juga tempat tumbuhnya kreativitas,” pungkasnya.

Podcast Madtsansa Ada Apa episode ke-25 dapat disaksikan melalui kanal YouTube Madtsansa dan diharapkan mampu memperkuat citra MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang adaptif, inspiratif, dan berprestasi di era digital. (Fy)