Pemilihan Ketua OSIS MTs Negeri 1 Banjarnegara Berlangsung Demokratis dan Edukatif

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusias di lapangan indoor Madtsansa. Seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi pelajar tersebut.

Pemilihan ketua OSIS dimulai setelah kegiatan rutin tadarus Al-Qur’an dan pembacaan Asmaul Husna. Panitia menerapkan sistem pemanggilan siswa secara bergiliran per kelas untuk menggunakan hak pilihnya. Dengan mekanisme tersebut, proses pemilihan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung seperti biasa di kelas masing-masing.

Pada pemilihan kali ini, terdapat tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS yang bersaing secara sehat. Pasangan calon (Paslon) 1 adalah Tessa dan Senja, Paslon 2 Shafa dan Zaura, serta Paslon 3 Narendra dan Alif. Ketiga paslon telah melalui rangkaian tahapan pemilihan, mulai dari pendaftaran, penetapan calon, kampanye, hingga orasi visi dan misi, sehingga para pemilih dapat mengenal program kerja yang ditawarkan masing-masing pasangan.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa pemilihan ketua OSIS merupakan agenda penting dalam pendidikan karakter siswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata tentang demokrasi sejak dini.

“Pemilihan OSIS bukan hanya memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga mendidik peserta didik agar memahami nilai-nilai demokrasi, seperti kejujuran, tanggung jawab, sportivitas, dan menghargai perbedaan pendapat. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas,” tutur H. Yatiman.

Ia juga mengapresiasi kinerja panitia serta partisipasi aktif seluruh warga madrasah. Menurutnya, keterlibatan guru dalam memberikan contoh dengan ikut menggunakan hak pilih menjadi teladan positif bagi siswa.

Ketua panitia pemilihan yang juga Ketua OSIS MTs Negeri 1 Banjarnegara, Daud Amar Faozan, menjelaskan bahwa panitia telah mempersiapkan kegiatan ini dengan matang.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pemilihan berjalan sesuai rencana. Kami mengatur teknis pemilihan agar KBM tetap berjalan normal, sehingga siswa dipanggil per kelas ke lokasi pemungutan suara. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah, guru, dan siswa yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini,” ungkap Daud.

Dari sisi pasangan calon, masing-masing wakil paslon menyampaikan harapan dan komitmennya. Senja, wakil dari Paslon 1, menyampaikan bahwa pencalonan mereka didasari oleh keinginan untuk berkontribusi lebih aktif dalam kegiatan siswa.

“Kami ingin OSIS menjadi wadah yang lebih terbuka, kreatif, dan mampu menampung aspirasi seluruh siswa Madtsansa,” ujarnya.

Zaura, wakil Paslon 2, menegaskan bahwa program kerja yang mereka tawarkan berfokus pada penguatan karakter dan prestasi siswa.

“Kami berkomitmen menghadirkan kegiatan OSIS yang mendukung pengembangan bakat, minat, serta akhlak siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” katanya.

Sementara itu, Alif selaku wakil Paslon 3 menyampaikan kesiapan untuk menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

“Bagi kami, yang terpenting adalah proses pembelajaran demokrasi ini. Siapa pun yang terpilih nantinya, semoga dapat menjalankan amanah dan membawa OSIS Madtsansa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Antusiasme pemilih juga terlihat dari pernyataan siswa. Zalfa, siswi kelas 9A, mengaku senang dapat ikut serta dalam pemilihan ketua OSIS.

“Dengan memilih secara langsung, kami merasa dilibatkan dan dihargai. Semoga ketua OSIS terpilih bisa amanah dan memperjuangkan aspirasi siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Davis, siswa kelas 7C, yang baru pertama kali mengikuti pemilihan OSIS, mengungkapkan kesannya.

“Ini pengalaman pertama saya memilih ketua OSIS. Rasanya senang dan bangga bisa ikut menentukan pemimpin organisasi siswa,” katanya.

Melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab kepada seluruh siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin di masa depan. (Fy)