
Banjarnegara — Guru-guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan penyusunan modul pembelajaran semester gasal Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Koordinator Kelompok Kerja Madrasah (K3M) MTs Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24/1) bertempat di Rumah Makan Sari Rahayu, Semampir, Banjarnegara.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru mata pelajaran dari seluruh MTs se-Kabupaten Banjarnegara. Dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, sejumlah guru turut ambil bagian sesuai dengan bidang studi masing-masing, mulai dari mata pelajaran umum hingga mata pelajaran keagamaan. Kegiatan berlangsung dengan suasana serius namun tetap komunikatif, ditandai dengan diskusi aktif dan kolaborasi antarguru.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Drs. H. Yatiman, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan guru dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Menurutnya, modul pembelajaran yang disusun secara kolaboratif akan menjadi acuan penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas.
“Penyusunan modul ini sangat strategis karena menjadi landasan guru dalam melaksanakan pembelajaran selama satu semester ke depan. Dengan modul yang terencana, terstruktur, dan selaras dengan kurikulum yang berlaku, diharapkan pembelajaran di madrasah dapat berjalan lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik,” ujar H. Yatiman.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan K3M menjadi wadah penting bagi guru untuk menyamakan persepsi, terutama dalam implementasi kurikulum dan penguatan capaian pembelajaran.
“Melalui forum K3M ini, guru-guru dapat berdiskusi, bertukar gagasan, serta menyusun modul pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Modul yang disusun bersama ini juga membantu guru agar lebih siap menghadapi tahun ajaran baru,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa modul pembelajaran yang baik tidak hanya memuat materi, tetapi juga strategi pembelajaran, asesmen, serta penguatan karakter peserta didik. Oleh karena itu, keterlibatan aktif guru dalam kegiatan ini menjadi keharusan.
Salah satu guru peserta, Dwi Lina Rahmawati, S.Pd., M.Pd, guru mata pelajaran Matematika MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi bersama guru dari madrasah lain membuka wawasan baru dalam menyusun modul yang lebih variatif dan inovatif.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat saling berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Banyak ide yang bisa diadaptasi untuk meningkatkan kualitas modul, sehingga pembelajaran Matematika di kelas nantinya bisa lebih menarik dan mudah dipahami siswa,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh Slamet Brotoseno, S.S., M.Pd, guru Bahasa Inggris. Ia menilai bahwa kegiatan penyusunan modul secara bersama-sama dapat meningkatkan profesionalisme guru dan memperkuat kerja sama antarmadrasah.
“Kegiatan ini sangat positif karena guru tidak bekerja sendiri-sendiri. Kami bisa menyelaraskan materi, metode, dan asesmen sehingga standar pembelajaran antarmadrasah menjadi lebih merata,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan penyusunan modul semester gasal ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap para guru semakin siap dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Madrasah juga berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru melalui keikutsertaan aktif dalam kegiatan-kegiatan K3M maupun forum pengembangan profesional lainnya. (Lin)
