
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal tersebut tampak dalam kegiatan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi gelombang yang dilaksanakan oleh siswa kelas 8C dengan memanfaatkan laboratorium virtual PhET Colorado pada Rabu (21/1). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam meningkatkan pemahaman konsep sains melalui pembelajaran berbasis digital.
Praktikum virtual ini dilaksanakan di ruang kelas dengan memanfaatkan perangkat gawai dan laptop siswa. Dengan bimbingan guru IPA, siswa melakukan simulasi gelombang menggunakan software PhET Interactive Simulations. Melalui simulasi tersebut, siswa dapat mengamati secara langsung konsep-konsep gelombang, mulai dari amplitudo, panjang gelombang, frekuensi, hingga cepat rambat gelombang secara visual dan interaktif.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan praktikum berbasis virtual ini. Menurutnya, penggunaan laboratorium virtual PhET sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
“Praktikum menggunakan PhET Colorado ini merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang sangat positif. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga dapat mengeksplorasi konsep secara mandiri dan interaktif. Hal ini sejalan dengan kurikulum yang menekankan pada penguatan literasi sains dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan sarana laboratorium fisik tidak menjadi penghalang bagi madrasah untuk tetap melaksanakan kegiatan praktikum.
“Dengan lab virtual, siswa tetap dapat melakukan eksperimen secara aman, efektif, dan menarik. Kami berharap metode ini dapat terus dikembangkan pada mata pelajaran lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, guru IPA kelas 8C, Novia Fajriati Alqomar, menjelaskan bahwa materi gelombang sangat cocok dipelajari melalui simulasi PhET. Menurutnya, konsep gelombang yang bersifat abstrak akan lebih mudah dipahami jika divisualisasikan secara langsung.
“Melalui PhET, siswa bisa mengatur sendiri besar amplitudo, frekuensi, dan melihat pengaruhnya terhadap panjang gelombang. Mereka juga dapat menganalisis hubungan antarvariabel dengan lebih jelas,” jelasnya.
Novia juga menuturkan bahwa selama praktikum berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif berdiskusi.
“Anak-anak sangat tertarik karena mereka bisa langsung mencoba, mengamati, dan menarik kesimpulan sendiri. Pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak membosankan,” katanya.
Antusiasme siswa juga dirasakan oleh Kalila, salah satu siswi kelas 8C. Ia mengaku senang mengikuti praktikum IPA dengan lab virtual.
“Belajar gelombang pakai PhET itu seru. Saya jadi lebih paham tentang amplitudo dan panjang gelombang karena bisa melihat perubahannya secara langsung,” ungkapnya. Menurut Kalila, pembelajaran seperti ini membuatnya lebih mudah memahami materi dibandingkan hanya membaca buku.
Hal senada disampaikan oleh Anindya, siswi kelas 8C lainnya. Ia mengatakan bahwa praktikum virtual membantunya memahami hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang.
“Biasanya kalau hanya dijelaskan, saya agak bingung. Tapi dengan simulasi PhET, saya bisa mencoba sendiri dan langsung mengerti. Jadi belajarnya lebih menyenangkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan praktikum IPA berbasis lab virtual PhET Colorado ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap siswa tidak hanya memahami konsep gelombang secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pembelajaran inovatif ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam menciptakan proses belajar yang bermakna, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. (Lin)
