ITB Jadi Inovasi Kelas Unggulan Tahfiz MTsN 1 Banjarnegara Tingkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an

Banjarnegara — Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui kegiatan ITB (Imtihan Tahfiz Bulanan) yang dilaksanakan pada Sabtu (11/4) di Masjid Darul Ulum. Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi unggulan dalam sistem pembinaan hafalan siswa, sekaligus sarana evaluasi rutin yang terstruktur dan berkelanjutan.

ITB dilaksanakan dalam suasana yang khidmat dan religius, di mana para siswa satu per satu menyetorkan hafalan mereka di hadapan para ustaz dan ustazah. Tidak hanya sekadar menyetorkan hafalan, kegiatan ini juga menguji kelancaran, ketepatan tajwid, serta kekuatan daya ingat siswa terhadap ayat-ayat yang telah dipelajari.

Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa ITB merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang dirancang untuk menjaga konsistensi dan kualitas hafalan siswa. “ITB bukan hanya sekadar evaluasi bulanan, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter Qur’ani. Kami ingin memastikan bahwa hafalan siswa tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga kuat dan benar secara kualitas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang humanis namun tetap disiplin. Para siswa didorong untuk tampil percaya diri saat menyetorkan hafalan, sekaligus dilatih untuk menerima koreksi dengan lapang dada. “Kami ingin membangun mental tangguh dan sikap istiqamah pada diri siswa, karena menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesungguhan,” tambahnya.

Wali kelas Tahfiz kelas 7, Elvira Ziaul Haque, turut mengapresiasi semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan ITB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan hafalan dan kedisiplinan siswa. “Saya melihat perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal keberanian dan kelancaran membaca. Anak-anak menjadi lebih termotivasi karena mereka memiliki target yang jelas setiap bulannya,” ungkapnya.

Salah satu peserta ITB dari kelas 7, Icha, berhasil menyetorkan hafalan sebanyak 2 juz dalam kegiatan tersebut. Dengan wajah penuh semangat, ia mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya. “Saya mengulang hafalan setiap hari dan meminta bantuan orang tua untuk menyimak. Awalnya sempat gugup, tapi setelah mulai membaca, saya jadi lebih tenang,” tuturnya.

Sementara itu, peserta dari kelas 9, Rafa, menunjukkan capaian yang luar biasa dengan menyetorkan hafalan sebanyak 5 juz. Ia mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga hafalan. “Saya membagi waktu antara belajar dan murojaah. Yang paling penting adalah tidak menunda-nunda mengulang hafalan,” katanya.

Rafa juga menambahkan bahwa kegiatan ITB sangat membantunya dalam mengukur kemampuan diri. “Dengan ITB, saya jadi tahu sejauh mana kekuatan hafalan saya. Koreksi dari ustaz juga sangat membantu untuk memperbaiki bacaan,” lanjutnya.

Kegiatan ITB ini diharapkan dapat terus menjadi program unggulan yang mampu mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan dari para guru, orang tua, dan lingkungan madrasah yang kondusif, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimistis mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Melalui inovasi seperti ITB, madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual siswa. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk menciptakan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. (Fy)