
Banjarnegara — Kabar membanggakan datang dari MTs Negeri 1 Banjarnegara. Sebanyak 9 tim berhasil lolos seleksi proposal dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 dari total 21 tim yang mengajukan karya. Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui akun madrasah pada Selasa (7/4).
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kualitas ide dan gagasan para siswa, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat madrasah dalam menjaga “kebersihan” proses riset—yakni kejujuran ilmiah, orisinalitas karya, serta ketelitian dalam penyusunan proposal sejak tahap awal.
Adapun 9 tim yang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap penelitian meliputi: Tim Sabrina–Alya (bidang IPS), Tim Rufaida–Lituhayu (IPA), Tim Abid–My Farrand (IPA), Tim Nydia–Zaskya (IPA), Tim Tessa–Gilsa (IPT), Tim Aisyamara–Hana (IPT), Tim Raisa–Noviana (IPA), Tim Sartika–Zhafiroh Naylana (IPS), serta Tim Zizi–Dzulfikar (IPA).
Kepala madrasah, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa yang didukung oleh pembinaan guru secara konsisten.
“Alhamdulillah, dari 21 tim yang mengajukan proposal, 9 tim berhasil lolos ke tahap penelitian. Ini adalah prestasi yang patut disyukuri. Lebih dari itu, saya bangga karena proses yang ditempuh anak-anak sudah mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam penelitian,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan dukungan penuh, baik dari segi pembinaan maupun fasilitas, agar para tim dapat melanjutkan penelitian dengan optimal.
“Kami berharap seluruh tim dapat menjaga semangat, fokus dalam penelitian, dan terus menjunjung tinggi etika ilmiah. Mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar madrasah agar hasil penelitian nanti dapat membuahkan prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menjelaskan bahwa seleksi proposal dilakukan secara ketat dengan memperhatikan aspek kebaruan ide, relevansi masalah, serta sistematika penulisan ilmiah.
“Dari awal kami menekankan pentingnya kebersihan dalam riset, artinya karya harus benar-benar orisinal, tidak plagiasi, dan disusun dengan metode yang jelas. Alhamdulillah, 9 tim yang lolos sudah memenuhi kriteria tersebut dan layak melanjutkan ke tahap penelitian,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa tahap selanjutnya akan menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, karena mereka harus mengimplementasikan ide dalam bentuk penelitian nyata.
“Di tahap penelitian, siswa tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga konsisten dan teliti. Kami akan terus mendampingi mereka agar prosesnya berjalan dengan baik dan hasilnya maksimal,” imbuhnya.
Salah satu perwakilan tim yang lolos, dari Tim Rufaida–Lituhayu, mengungkapkan rasa senang sekaligus haru atas pencapaian ini. Ia mengaku tidak menyangka dapat melaju ke tahap berikutnya di tengah persaingan yang cukup ketat.
“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa lolos. Awalnya kami sempat ragu, tapi kami berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun proposal. Kami juga banyak dibimbing oleh guru sehingga bisa memperbaiki kekurangan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjalankan penelitian dengan sungguh-sungguh dan menjaga kejujuran dalam setiap proses.
“Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa menghasilkan penelitian yang baik dan bermanfaat. Mohon doa dan dukungan agar penelitian kami lancar sampai akhir,” tambahnya.
Dengan lolosnya 9 tim ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pengembangan riset siswa. Semangat kolaborasi, integritas, dan budaya ilmiah yang bersih diharapkan terus menjadi fondasi dalam meraih prestasi di ajang OPSI 2026. (Lin)
