ITB Jadi Upaya Peningkatan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Kelas Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara — Kelas unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali melaksanakan kegiatan Imtihan Tahfiz Bulanan (ITB) pada Kamis (22/1). Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang bertujuan untuk mengukur kelancaran, ketepatan tajwid, serta kekuatan hafalan Al-Qur’an peserta didik kelas Tahfiz. ITB kali ini diikuti oleh beberapa peserta terpilih, di antaranya Zalfa Anindya (kelas 9C), Khairunnisa Az Zahra (kelas 8C), dan Nabila Kaysa (kelas 8C).

Pelaksanaan ITB berlangsung di beberapa lokasi, yakni masjid madrasah dan ruang ustadz, guna menciptakan suasana yang kondusif, khidmat, serta menenangkan bagi peserta. Dengan suasana religius tersebut, diharapkan para siswa mampu menampilkan hafalan terbaiknya dengan penuh kepercayaan diri dan kesungguhan.

Salah satu penguji ITB, Ust. Khoerul Mahbub Alhafidz, menyampaikan bahwa ITB bukan sekadar ujian hafalan, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter Qur’ani siswa.

 “Imtihan Tahfiz Bulanan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi. Kami ingin memastikan hafalan siswa tidak hanya banyak, tetapi juga kuat, lancar, dan sesuai kaidah tajwid,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konsistensi muraja’ah menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.

Senada dengan hal tersebut, Ust. M. Aflah Nur Huda menekankan pentingnya ITB sebagai bentuk latihan mental bagi siswa. Menurutnya, menghadapi penguji secara langsung melatih keberanian, ketenangan, serta kedisiplinan peserta didik.

“Anak-anak belajar bertanggung jawab atas hafalan yang telah disetorkan. Ini sangat penting untuk membentuk sikap amanah dan istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Sementara itu, ustadzah Adel mengapresiasi semangat para peserta ITB yang tetap antusias meskipun menghadapi ujian hafalan secara rutin setiap bulan. Ia menuturkan bahwa perkembangan hafalan siswa terlihat cukup signifikan dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan progres yang baik. Kesalahan-kesalahan kecil terus kami perbaiki agar kualitas hafalan mereka semakin meningkat,” ungkapnya.

Para peserta ITB juga mengungkapkan kesan dan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan ini. Zalfa Anindya (9C) mengaku bahwa ITB menjadi momentum untuk lebih serius dalam menjaga hafalan.

“Awalnya tentu ada rasa gugup, tetapi dengan persiapan dan muraja’ah yang rutin, saya merasa lebih tenang saat imtihan. ITB membuat saya lebih semangat untuk terus memperbaiki hafalan,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan oleh Khairunnisa Az Zahra (8C). Ia menilai ITB sebagai sarana evaluasi diri.

“Dari ITB, saya jadi tahu bagian hafalan mana yang masih perlu diperbaiki. Masukan dari para ustadz dan ustadzah sangat membantu saya untuk lebih fokus dan disiplin,” katanya.

Sementara itu, Nabila Kaysa (8C) berharap kegiatan ITB dapat terus dilaksanakan secara konsisten.

“ITB membuat saya termotivasi untuk muraja’ah setiap hari. Meski menantang, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga hafalan agar tidak mudah lupa,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Imtihan Tahfiz Bulanan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter mulia. ITB diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an siswa kelas Tahfiz serta menumbuhkan semangat istiqamah dalam menghafal Kalamullah. (Fy)