
Banjarnegara — Sebanyak sembilan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) mengikuti kegiatan Uji dan Pelantikan Pramuka Garuda tingkat Penggalang yang dilaksanakan pada Rabu (21/1) bertempat di SMP Negeri 5 Banjarnegara. Kegiatan prestisius dalam dunia kepramukaan ini diikuti oleh para peserta terpilih yang telah melewati serangkaian tahapan pembinaan dan pengujian ketat, serta didampingi oleh sembilan pembina Pramuka Madtsansa.
Sembilan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara yang mengikuti uji dan pelantikan Pramuka Garuda tersebut adalah Rahmila Dara Asmaranti (9B), Lokati Zerlinda (9F), Jesika Indriyani (9F), DK Aida Nur Maghfiroh (9A), Muhammad Abiza Al Mahzumy (9J), Faridah Rana Izdihar (9I), Alya Dwi Cantika (9E), Ranting Putri Setya Lumintir (9B), dan Kharisa Regina Putri (9F). Mereka didampingi oleh sembilan pembina Pramuka Madtsansa, yakni Ikhsanudin, Yuliana Rahmanti, Surya Widhi Prakosa, Kasum, Agustina Dewi Merdekawati, Rahma Ayu Arina Putri, Aulia Nazla, Roosdian Chandra Adhiar, serta Dody Herdiyanto.
Kegiatan diawali dengan penyelesaian uji syarat Pramuka Garuda yang sebelumnya telah dilaksanakan di pangkalan, meliputi uji SKU, SKK, TIK, bahasa internasional, hingga hasta karya. Pada hari pelaksanaan di SMPN 5 Banjarnegara, peserta mengikuti uji keteladanan yang menjadi salah satu tahapan inti dalam penilaian Pramuka Garuda. Uji keteladanan ini dilaksanakan dengan menghadirkan orang tua peserta sebagai bentuk konfirmasi langsung atas sikap dan perilaku peserta di lingkungan keluarga.
Pembina Pramuka Madtsansa, Ikhsanudin, yang turut menjadi tim penilai uji keteladanan, menyampaikan bahwa aspek keteladanan menjadi poin utama dalam penilaian Pramuka Garuda.
“Pramuka Garuda bukan sekadar capaian keterampilan, tetapi simbol karakter. Kami menilai apa yang telah dilakukan peserta, bagaimana sikap positif maupun tantangan yang masih perlu diperbaiki, serta komitmen mereka untuk menjadi teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Yuliana Rahmanti, pembina sekaligus tim penilai uji keteladanan. Ia menegaskan bahwa pelibatan orang tua dalam uji keteladanan memberikan makna mendalam.
“Melalui konfirmasi orang tua, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kepramukaan benar-benar hidup dalam keseharian peserta. Kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial menjadi fokus utama,” jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian uji dinyatakan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat pelantikan Pramuka Garuda. Sebelum pelantikan, peserta mengikuti gladi pelantikan untuk memastikan prosesi berjalan khidmat dan tertib. Dalam prosesi adat, momen haru mewarnai acara ketika peserta memohon maaf kepada orang tua, membasuh kaki orang tua, memeluk, dan menerima tanda Pramuka Garuda sebagai simbol restu dan tanggung jawab moral. Suasana penuh haru pun tak terelakkan, baik bagi peserta maupun orang tua yang hadir.
Salah satu peserta, Rahmila Dara Asmaranti, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.
“Prosesnya panjang dan melelahkan, tapi sangat berharga. Saya belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang tua,” tuturnya.
Peserta lain, Muhammad Abiza Al Mahzumy, menyampaikan bahwa pengalaman uji keteladanan menjadi pelajaran berharga.
“Saat orang tua menyampaikan penilaian tentang diri saya, itu menjadi refleksi besar untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku,” katanya.
Sementara itu, Kharisa Regina Putri menambahkan bahwa pelantikan Pramuka Garuda menjadi motivasi untuk terus berprestasi.
“Saya ingin membuktikan bahwa Pramuka Garuda benar-benar bisa menjadi teladan, bukan hanya simbol,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam membina peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berjiwa kepemimpinan, dan berlandaskan nilai-nilai kepramukaan. Keikutsertaan sembilan siswa Madtsansa dalam Uji dan Pelantikan Pramuka Garuda diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berproses dan berprestasi. (Lin)
