
Banjarnegara — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam apel halal bihalal keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara yang digelar pada Senin (30/3) di lapangan indoor Madtsansa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa sebagai momentum untuk saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.
Dalam amanatnya, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan pentingnya membangun budaya saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Ia menegaskan bahwa maaf dan memaafkan bukan sekadar tradisi saat Idulfitri, tetapi menjadi nilai utama yang harus terus dijaga.
“Maaf dan memaafkan adalah kunci terciptanya hubungan yang harmonis. Dengan saling memaafkan, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kita dapat kembali fokus dalam menjalankan aktivitas dengan penuh semangat,” ujar H. Yatiman di hadapan peserta apel.
Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pentingnya memaafkan dengan aspek kesehatan, khususnya kesehatan mental. Mengutip penjelasan dari dr. Nukman, H. Yatiman menyampaikan bahwa terdapat hormon-hormon positif yang muncul ketika seseorang mampu memaafkan dan merasa damai. Hormon tersebut antara lain dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia dan meningkatkan mood.
“Ketika kita memaafkan, tubuh kita memproduksi hormon-hormon yang membuat kita merasa lebih bahagia dan rileks. Ini menunjukkan bahwa memaafkan tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga pada kesehatan tubuh kita,” imbuhnya.
Amanat tersebut mendapatkan perhatian dan apresiasi dari para guru maupun siswa. Salah satu guru IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara, Novia Fajriati Alqomar, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan kepala madrasah sangat relevan dengan ilmu sains, khususnya terkait sistem hormon dalam tubuh manusia.
“Dalam ilmu IPA, hormon seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin memang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Ketika seseorang memaafkan, tingkat stres menurun dan hormon-hormon tersebut meningkat, sehingga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental,” jelas Novia.
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman ini penting untuk ditanamkan kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, salah satu siswa kelas 8B, Raisa Alin, mengaku merasa tersentuh dengan amanat yang disampaikan. Menurutnya, kegiatan halal bihalal menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan teman-teman maupun guru.
“Saya jadi sadar bahwa memaafkan itu penting, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri. Setelah saling memaafkan, rasanya lebih lega dan nyaman,” ungkap Raisa.
Hal senada juga disampaikan oleh siswa kelas 9D, Jelita. Ia menilai bahwa kegiatan apel halal bihalal memberikan suasana baru yang lebih positif setelah libur Ramadan.
“Setelah mendengarkan amanat, saya jadi lebih semangat untuk memperbaiki sikap dan hubungan dengan teman-teman. Semoga ke depan kami bisa lebih rukun dan saling menghargai,” ujarnya.
Kegiatan apel halal bihalal ini diakhiri dengan saling bersalaman antara guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai simbol saling memaafkan. Suasana haru dan kebersamaan pun semakin terasa, memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan Madtsansa. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat terus menanamkan nilai-nilai kebaikan, khususnya sikap saling memaafkan, sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih harmonis, sehat, dan penuh kebahagiaan. (Lin)
