Bimbingan Intensif Kelas Unggulan Riset Madtsansa Siap Tembus Ajang OPSI 2026

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) menggelar kegiatan bimbingan intensif kelas unggulan riset dalam rangka persiapan mengikuti ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada Senin–Selasa (16–17/2), bertempat di laboratorium komputer Madtsansa dan diikuti oleh seluruh tim OPSI dari kelas 7 dan 8.

Bimbingan intensif ini menjadi langkah strategis madrasah dalam mematangkan kesiapan peserta didik, baik dari sisi pemahaman konsep riset maupun penyusunan proposal penelitian. Selama dua hari, para peserta mengikuti agenda penyamaan persepsi tentang arah dan tujuan penelitian, pembuatan kerangka proposal, hingga penyusunan draft awal proposal sesuai bidang masing-masing.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa ajang OPSI merupakan kompetisi riset paling bergengsi di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam OPSI bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi juga membangun budaya ilmiah sejak dini.

“OPSI adalah ajang paling bergengsi di bidang riset yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah untuk mengasah daya nalar kritis, kreativitas, dan kemampuan problem solving siswa. Kami ingin siswa Madtsansa memiliki mental peneliti yang tangguh dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujar H. Yatiman.

Lebih lanjut, beliau mengapresiasi semangat siswa kelas unggulan riset yang menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan karya ilmiah mereka. Menurutnya, pembiasaan riset di madrasah menjadi salah satu ciri keunggulan Madtsansa dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menjelaskan bahwa bimbingan intensif ini difokuskan pada penguatan fondasi proposal penelitian. Tahap awal dilakukan penyamaan persepsi agar seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terkait sistematika proposal OPSI, kriteria penilaian, serta urgensi kebaruan ide.

“Pada hari pertama, kami melakukan penyamaan persepsi dan mengulas kembali struktur proposal sesuai pedoman OPSI. Hari kedua difokuskan pada penyusunan kerangka proposal secara lebih rinci, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga metode yang akan digunakan,” terang Hj. Tri Widayati.

Ia menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif dan personal, sehingga setiap tim mendapatkan arahan sesuai bidang riset yang dipilih. Dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer, siswa dapat langsung melakukan penelusuran referensi ilmiah dan menyusun dokumen proposal secara sistematis.

Salah satu peserta, Zulfikar dari kelas 8A, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti bimbingan ini. Ia mengangkat penelitian di bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT) dengan fokus pada pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar.

“Melalui bimbingan ini, saya jadi lebih paham bagaimana menyusun proposal yang baik dan benar. Kami diarahkan untuk memastikan ide penelitian memiliki manfaat nyata dan didukung oleh data yang relevan. Saya berharap penelitian bidang IPT yang saya angkat bisa memberikan solusi praktis dan lolos ke tahap seleksi berikutnya,” ujar Zulfikar.

Sementara itu, Fathiya yang mengangkat penelitian di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengaku semakin percaya diri setelah mengikuti dua hari pembinaan. Ia menilai kegiatan ini membantunya memperjelas fokus penelitian dan menyusun metode yang tepat.

“Awalnya saya masih bingung dalam merumuskan masalah dan menentukan variabel penelitian. Setelah dibimbing, saya jadi lebih terarah. Kami juga diajarkan pentingnya orisinalitas dan ketelitian dalam setiap tahap penelitian,” tutur Fathiya.

Kegiatan bimbingan intensif ini menjadi bukti komitmen Madtsansa dalam membangun kultur akademik berbasis riset. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh tim OPSI kelas 7 dan 8 mampu menghasilkan proposal berkualitas dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi tingkat nasional.

Madrasah optimistis, melalui kolaborasi antara pimpinan, koordinator, dan siswa, Madtsansa kembali mampu menorehkan prestasi membanggakan di ajang OPSI Tahun 2026 serta semakin mengukuhkan diri sebagai madrasah yang unggul dalam bidang riset dan inovasi. (Lin)