Langkah Madtsansa Terhenti di 8 Besar Tunas Bangsa Fest Futsal Competition 2026

Banjarnegara — Tim futsal putri MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) harus mengakhiri perjuangannya di babak 8 besar ajang Tunas Bangsa Fest Futsal Competition Piala Wakil Bupati Banjarnegara 2026. Bertanding di Jaskon Sport Center, Rabu (21/1), Madtsansa kalah tipis 0–1 dari tim futsal putri Kalibening dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tensi.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain agresif. Madtsansa tampil disiplin dengan pola permainan bertahan yang solid serta sesekali melancarkan serangan balik cepat. Namun, rapatnya pertahanan Kalibening membuat peluang-peluang Madtsansa belum mampu berbuah gol. Hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Tim Kalibening mulai menekan pertahanan Madtsansa dengan intensitas tinggi. Pada pertengahan babak kedua, Kalibening berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Madtsansa dan mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Meski tertinggal, Madtsansa terus berusaha menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir, namun skor 1–0 bertahan hingga laga usai.

Wakil Kepala Madtsansa Bidang Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi atas perjuangan tim futsal putri Madtsansa meski belum berhasil melangkah ke semifinal. Menurutnya, capaian hingga babak 8 besar sudah menjadi prestasi yang membanggakan.

“Anak-anak sudah bermain maksimal dan menunjukkan mental bertanding yang luar biasa. Kekalahan ini bukan akhir, justru menjadi pembelajaran penting untuk terus meningkatkan kemampuan dan kekompakan tim,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dwi Fatmawati, pembina futsal putri Madtsansa. Ia menilai pertandingan berjalan sangat seimbang dan ditentukan oleh detail kecil.

“Permainan hari ini sangat ketat. Anak-anak sudah menjalankan instruksi dengan baik, hanya saja kami sedikit kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Ke depan, kami akan fokus memperbaiki finishing dan transisi permainan,” jelasnya.

Guru PJOK Madtsansa, Radiono, menambahkan bahwa ajang seperti Tunas Bangsa Fest sangat penting untuk membentuk karakter dan sportivitas peserta didik.

“Kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana siswa belajar kerja sama, disiplin, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Saya bangga dengan sikap dan semangat juang tim futsal putri Madtsansa,” tuturnya.

Salah satu pemain futsal putri Madtsansa, Naomi (kelas 7J), mengaku sempat kecewa dengan hasil pertandingan, namun tetap bersyukur bisa tampil hingga babak 8 besar.

“Sedih pasti ada, tapi kami sudah berusaha sekuat tenaga. Pengalaman ini membuat kami lebih termotivasi untuk latihan lebih keras lagi,” ungkap Naomi.

Sementara itu, Aurel (kelas 8E) menilai kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim.

“Kami belajar untuk tetap fokus sampai akhir pertandingan. Ke depan, kami ingin tampil lebih percaya diri dan siap menghadapi turnamen-turnamen berikutnya,” katanya.

Meskipun langkah Madtsansa harus terhenti, partisipasi dalam Tunas Bangsa Fest Futsal Competition Piala Wakil Bupati Banjarnegara 2026 menjadi pengalaman berharga bagi tim futsal putri Madtsansa. Dukungan dari pihak sekolah, guru, dan pembina diharapkan mampu menjadi motivasi agar prestasi futsal putri Madtsansa semakin berkembang di masa mendatang. (Lin)