Travel Writing One Day Tour Yogyakarta, Kelas 9B Unggulan Sastra dan Seni MTs N 1 Banjarnegara Asah Pena di Ruang Nyata

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan pembelajaran bermakna berbasis pengalaman melalui kegiatan Travel Writing One Day Tour Yogyakarta yang diikuti oleh siswa kelas 9B unggulan sastra dan seni, Senin (19/1). Kegiatan ini dirancang sebagai praktik langsung pembelajaran menulis kreatif dengan menjadikan perjalanan wisata sebagai ruang eksplorasi ide, observasi, dan refleksi literasi.

Rombongan berangkat sejak dini hari dari MTs Negeri 1 Banjarnegara dengan rute Tugu Jogja – Stasiun Tugu – Kereta Api Bandara – Bandara YIA – Pantai Dewaruci. Sepanjang perjalanan, siswa tidak hanya menikmati pengalaman berwisata, tetapi juga dibekali tugas kepenulisan yang terstruktur, mulai dari menulis narasi deskriptif, reportase perjalanan, hingga refleksi personal.

Koordinator kelas unggulan sastra MTs N 1 Banjarnegara, Sarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kurikulum berbasis literasi dan seni. Menurutnya, menulis tidak cukup hanya dilatih di dalam kelas, tetapi perlu dihadapkan langsung dengan realitas dan pengalaman autentik.

“Travel writing ini kami rancang agar siswa belajar menulis dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan secara langsung. Yogyakarta kami pilih karena memiliki kekayaan budaya, ruang publik, dan lanskap yang kuat untuk melatih kepekaan sastra,” ujar Sarno.

Setibanya di Yogyakarta, siswa memulai sesi penulisan di kawasan Tugu Jogja dengan fokus pada ikon kota dan atmosfer pagi hari. Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Stasiun Tugu untuk melatih observasi detail ruang dan interaksi sosial. Pengalaman naik Kereta Api Bandara YIA menjadi sesi tersendiri yang mengajak siswa menulis tentang transportasi modern dan dinamika perjalanan.

Pembimbing sastra kelas unggulan, H. Surya Widhi Prakosa, menegaskan bahwa travel writing bukan sekadar menulis tentang tempat, tetapi juga tentang sudut pandang dan kejujuran rasa.

“Kami ingin siswa mampu menghadirkan pengalaman personal dalam tulisan mereka. Dari satu perjalanan, bisa lahir banyak cerita, tergantung kepekaan penulisnya. Inilah latihan sastra yang sesungguhnya,” tuturnya.

Di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), siswa diajak mengeksplorasi arsitektur, seni visual, dan aktivitas publik sebagai bahan tulisan. Kegiatan kemudian ditutup di Pantai Dewaruci dengan sesi istirahat, salat, serta penulisan deskripsi alam dan refleksi perjalanan.

Salah satu siswi kelas 9B, Nabila Kirana, mengaku kegiatan ini memberinya pengalaman baru dalam menulis. Ia merasa lebih bebas mengekspresikan ide karena bersentuhan langsung dengan objek tulisan.

“Biasanya kami menulis dari imajinasi atau teks, tapi kali ini benar-benar dari pengalaman sendiri. Rasanya lebih hidup dan mengalir,” ungkap Nabila.

Hal senada disampaikan Adrian Reza, siswa kelas 9B, yang menilai perjalanan ini membuka cara pandang baru terhadap proses kreatif.

“Saya jadi belajar bahwa detail kecil, seperti suara kereta atau suasana pantai, bisa menjadi bahan tulisan yang kuat,” katanya.

Sementara itu, Kayla Nur Ainina menuturkan bahwa kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarsiswa.

“Selain menulis, kami belajar bekerja sama, saling berbagi cerita, dan menghargai sudut pandang teman-teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan Travel Writing One Day Tour ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran sastra dan seni yang kontekstual, kreatif, dan menyenangkan. Diharapkan, pengalaman ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil menulis, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan kaya refleksi. (Lin)