Apel Bersama GTK dan Siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara Berlangsung Khidmat, Pembina Apel Tekankan Tiga “Penyakit” Penggerogot Semangat Belajar

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan apel bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta seluruh peserta didik pada Senin (19/1) di lapangan indoor Madtsansa. Apel yang diikuti ratusan siswa dan GTK tersebut berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan kedisiplinan warga madrasah.

Bertindak sebagai pembina apel, Saeful Anwar guru bahasa Arab Madtsansa menyampaikan amanat yang sarat motivasi sekaligus refleksi bagi peserta didik. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan sikap disiplin sebagai kunci utama meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

Saeful Anwar secara khusus mengingatkan adanya tiga “penyakit” yang dapat menggerogoti semangat belajar siswa jika tidak diwaspadai sejak dini. Ketiga penyakit tersebut ia kemas dengan istilah yang mudah diingat, yakni Asma, Kudis, dan Kurap.

“Asma bukan penyakit pernapasan dalam konteks ini, tetapi singkatan dari asal masuk. Artinya, masuk sekolah tanpa niat yang sungguh-sungguh untuk belajar,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Selain Asma, Saeful Anwar juga menyoroti Kudis yang dimaknai sebagai kurang disiplin. Menurutnya, sikap kurang disiplin akan berdampak besar terhadap kebiasaan belajar, kepatuhan terhadap aturan madrasah, serta tanggung jawab sebagai pelajar.

“Disiplin adalah fondasi karakter. Tanpa disiplin, ilmu yang didapat tidak akan maksimal,” ujarnya.

Penyakit ketiga yang disampaikan adalah Kurap, yang merupakan singkatan dari kurang rapi. Saeful Anwar menegaskan bahwa kerapian bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga mencerminkan sikap mental dan kesiapan seseorang dalam belajar.

“Kerapian adalah cermin dari keteraturan berpikir. Jika penampilan rapi, insyaallah pikiran dan sikap juga akan lebih tertata,” tambahnya.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa apel bersama ini menjadi salah satu sarana efektif dalam pembinaan karakter siswa. Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan pembina apel sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini.

“Amanat yang disampaikan Pak Saeful Anwar sangat membumi dan mudah dipahami siswa. Tiga istilah tadi diharapkan bisa menjadi pengingat bagi anak-anak agar lebih serius, disiplin, dan rapi dalam menjalani proses belajar di madrasah,” ungkap Ikhsanudin.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kesiswaan akan terus bersinergi dengan guru dan wali kelas untuk menindaklanjuti pesan apel tersebut dalam kegiatan pembinaan sehari-hari.

“Kami ingin nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab tidak berhenti di apel saja, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam keseharian siswa,” lanjutnya.

Salah satu peserta apel, Narendra dari kelas 8A, mengaku mendapatkan motivasi baru setelah mengikuti apel pagi tersebut. Ia merasa pesan tentang Asma, Kudis, dan Kurap sangat dekat dengan kehidupan siswa.

“Pesannya sederhana tapi mengena. Saya jadi lebih sadar kalau masuk sekolah itu harus punya niat belajar yang kuat dan lebih disiplin,” ujar Narendra.

Hal senada disampaikan Shafa, siswi kelas 8D. Menurutnya, apel berlangsung dengan suasana yang tenang dan khidmat sehingga pesan pembina apel dapat diterima dengan baik.

“Saya paling teringat soal Kurap, kurang rapi. Ternyata kerapian itu penting dan menunjukkan keseriusan kita sebagai pelajar,” tuturnya.

Melalui kegiatan apel bersama ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh GTK dan peserta didik semakin termotivasi untuk menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter positif. Apel tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga wahana pembinaan moral dan mental demi terwujudnya generasi Madtsansa yang berprestasi dan berakhlak mulia. (Lin)