The Spiritual Journey, Perjalanan Peringatan Isra Mikraj MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar kegiatan pembukaan The Spiritual Journey dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. tahun 1447 Hijriah pada Sabtu (17/1). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di lapangan indoor Madtsansa dan diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan.

Pembukaan acara dipandu oleh Rahma Ayu Arina Putri selaku pembawa acara. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, Rahma membuka rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Pelajaran Tentang Ketaatan”. Tema ini menjadi penegasan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diawali dengan sambutan Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, khususnya bagi para peserta didik di usia remaja.

“Isra Mikraj adalah peristiwa agung yang mengajarkan tentang pentingnya salat sebagai tiang agama. Melalui kegiatan The Spiritual Journey ini, kami berharap peserta didik tidak hanya memahami kisahnya, tetapi mampu mengambil hikmah dan menjadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujar H. Yatiman.

Ia juga mengapresiasi kreativitas panitia dalam mengemas peringatan Isra Mikraj dengan konsep edukatif dan aplikatif. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlakul karimah.

“Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membina spiritualitas dan karakter. Kegiatan seperti ini adalah sarana yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Abdul Majid, menjelaskan bahwa The Spiritual Journey dirancang sebagai rangkaian pembelajaran keagamaan yang bersifat praktik dan partisipatif. Peserta didik diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan langsung dengan ibadah dan pemahaman dasar agama Islam.

“Kami ingin siswa merasakan perjalanan spiritual yang utuh, mulai dari adzan, wudhu, tayammum, salat berjamaah, wirid, hingga pengenalan Asmaul Husna. Selain itu, juga ada lomba-lomba seperti LCC dan Sing Fest untuk menumbuhkan semangat belajar agama dengan cara yang menyenangkan,” jelas Abdul Majid.

Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan disusun agar siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dan merasakan pengalaman spiritual yang bermakna.

“Harapannya, apa yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Menurutnya, peringatan hari besar Islam seperti Isra Mikraj menjadi media strategis untuk menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif di luar,” ungkap Ikhsanudin.

Ia juga berharap para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri. “Isra Mi’raj mengajarkan ketaatan tanpa syarat kepada Allah SWT. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada seluruh peserta didik,” tegasnya.

Rangkaian pembukaan kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Khoirul Mahbub Alhafidz. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan agar seluruh rangkaian The Spiritual Journey berjalan lancar serta membawa manfaat bagi seluruh warga madrasah.

Dengan terselenggaranya pembukaan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara resmi memulai rangkaian kegiatan The Spiritual Journey sebagai bentuk peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw., sekaligus sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter islami di lingkungan madrasah. (Fy)