
Banjarnegara — Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan konten edukatif melalui program Podcast Madtsansa Ada Apa. Episode ke-24 yang resmi dipublikasikan pada Jum’at (16/1) melalui kanal YouTube dan media sosial Madtsansa, dengan mengangkat tema “Warna-Warni E-Kinerja: Dari Kewajiban Administrasi Menuju Budaya Kinerja Profesional”.
Pada episode kali ini, Podcast Madtsansa Ada Apa menghadirkan Ahmad Munir Effendi, selaku operator E-Kinerja MTs Negeri 1 Banjarnegara, sebagai narasumber utama. Podcast dipandu oleh host Linara, yang dikenal dengan gaya penyampaian santai namun sarat makna.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyambut baik publikasi episode tersebut. Ia menilai podcast menjadi media strategis untuk menyampaikan isu-isu penting madrasah kepada publik secara ringan namun substansial.
“Podcast Madtsansa Ada Apa adalah salah satu inovasi komunikasi madrasah. Melalui media ini, kami ingin membangun literasi kebijakan dan budaya kerja ASN madrasah secara lebih humanis dan mudah dipahami,” ujar H. Yatiman. Menurutnya, tema E-Kinerja sangat relevan dengan tantangan ASN saat ini, khususnya dalam membangun profesionalitas dan akuntabilitas kinerja.
Episode ke-24 ini secara khusus membahas E-Kinerja dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya sebagai kewajiban administrasi, tetapi juga sebagai instrumen refleksi diri dan penguatan budaya kerja profesional di lingkungan madrasah. Dalam diskusi berdurasi sekitar 90 menit tersebut, Ahmad Munir Effendi menjelaskan filosofi dasar E-Kinerja serta tantangan implementasinya di satuan pendidikan.
“E-Kinerja sejatinya bukan sekadar laporan atau unggah evidence. Ia adalah cermin tanggung jawab dan profesionalitas ASN dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Ahmad Munir Effendi. Ia menambahkan bahwa kesalahan paling mendasar dalam memaknai E-Kinerja adalah ketika ASN memandangnya sebagai beban, bukan sebagai alat pengembangan diri.
Dalam dialog yang mengalir, Munir juga memperkenalkan konsep warna-warni E-Kinerja untuk menggambarkan beragam respons ASN.
“Ada yang sudah hijau karena tertib dan paham, ada yang kuning karena masih ragu, dan ada pula yang merah karena masih menganggap E-Kinerja sebagai momok,” jelasnya. Menurutnya, perbedaan tersebut wajar dan perlu disikapi dengan pendampingan serta pembinaan yang berkelanjutan.
Host podcast, Linara, menyampaikan bahwa episode ini dirancang agar pendengar merasa dekat dengan topik yang sering dianggap rumit.
“Kami ingin E-Kinerja dibahas dengan bahasa yang membumi, tidak menggurui, tetapi tetap mencerahkan. Harapannya, pendengar merasa bahwa E-Kinerja itu bisa dijalani dengan nyaman dan terencana,” tuturnya.
Linara juga menekankan bahwa podcast ini tidak hanya ditujukan bagi ASN MTs Negeri 1 Banjarnegara, tetapi juga terbuka bagi pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah lain.
“Isu E-Kinerja adalah isu bersama. Dengan berbagi pengalaman dan praktik baik, kita bisa saling belajar,” tambahnya.
Melalui episode ini, Madtsansa berharap E-Kinerja tidak lagi dipahami sebatas kewajiban administratif, melainkan sebagai bagian dari budaya kerja yang jujur, tertib, dan berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Kepala madrasah pun mengajak seluruh ASN untuk menjadikan E-Kinerja sebagai sarana refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Podcast Madtsansa Ada Apa episode ke-24 dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Madtsansa serta berbagai platform media sosial madrasah. Publikasi ini menjadi bukti komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menghadirkan inovasi edukatif yang adaptif dengan perkembangan zaman dan kebutuhan ASN madrasah. (Fy)
