
Banjarnegara — Kegiatan The Spiritual Journey MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menghadirkan nuansa religius yang mendalam bagi para peserta. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah pelaksanaan lomba Adzan yang digelar di Pos 6 pada Sabtu (17/1). Lomba ini dilaksanakan di Masjid Al Huda yang terletak di perempatan Semampir dan diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa.
Lomba Adzan menjadi salah satu wahana pembinaan karakter religius sekaligus penguatan praktik ibadah bagi siswa. Bertempat di masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat sekitar, suasana lomba berlangsung khidmat namun tetap semarak. Para peserta tampil satu per satu memperdengarkan lantunan adzan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa lomba Adzan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Menurutnya, kegiatan The Spiritual Journey dirancang untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai keislaman melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Lomba Adzan di Pos 6 ini kami harapkan dapat melatih keberanian, kepercayaan diri, sekaligus kemampuan siswa dalam melaksanakan syiar Islam. Adzan bukan hanya soal suara yang indah, tetapi juga tentang penghayatan makna dan adab dalam menyeru umat untuk menunaikan salat,” ujar Ikhsanudin.
Ia menambahkan bahwa pemilihan Masjid Al Huda sebagai lokasi lomba juga memiliki nilai edukatif tersendiri. Dengan berada di tengah lingkungan masyarakat, siswa diharapkan lebih merasakan makna keberadaan masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah.
“Kami ingin siswa merasakan langsung bagaimana peran mereka sebagai generasi muda dalam menghidupkan masjid,” imbuhnya.
Lomba Adzan ini dinilai oleh dua juri berpengalaman, yakni Kasum dan Rosidin. Keduanya memberikan penilaian berdasarkan aspek makhraj, tajwid, irama, adab, serta penghayatan peserta dalam melantunkan adzan. Menurut Kasum, secara umum penampilan para peserta sudah cukup baik dan menunjukkan potensi yang menjanjikan.
“Anak-anak tampil dengan percaya diri. Beberapa di antaranya sudah memiliki teknik pernapasan dan irama yang bagus. Tinggal terus diasah agar adzannya tidak hanya merdu, tetapi juga sesuai kaidah,” jelas Kasum. Ia juga mengapresiasi keberanian peserta, terutama bagi siswa kelas VII yang baru pertama kali mengikuti lomba serupa.
Sementara itu, juri lainnya, Rosidin, menekankan pentingnya adab dan niat dalam mengumandangkan adzan. “Adzan itu panggilan suci. Maka selain suara, sikap, ketenangan, dan keikhlasan juga menjadi perhatian kami. Alhamdulillah, sebagian besar peserta sudah menunjukkan adab yang baik,” tuturnya.
Salah satu peserta lomba, Fajar dari kelas 7D, mengaku merasa gugup namun senang dapat mengikuti lomba Adzan dalam kegiatan The Spiritual Journey ini. “Awalnya deg-degan karena ini pertama kali saya adzan di depan banyak orang dan dinilai juri. Tapi saya senang karena jadi lebih berani dan belajar memperbaiki adzan saya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Al-Ghifari, peserta dari kelas 8C. Ia mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan memotivasi dirinya untuk terus berlatih.
“Lomba ini membuat saya lebih semangat untuk belajar adzan yang benar. Semoga ke depan saya bisa mengamalkan ilmu ini di masjid lingkungan rumah,” katanya.
Dengan terselenggaranya lomba Adzan di Pos 6 ini, The Spiritual Journey MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali membuktikan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman yang akan terus melekat dalam kehidupan siswa sehari-hari. (Fy)
