
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan Komunitas Belajar Mendunia Madtsansa yang dilaksanakan pada Sabtu (17/1). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer MTsN 1 Banjarnegara ini diikuti oleh seluruh guru Madtsansa dan menjadi wadah diseminasi hasil Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) MGMP yang diikuti guru pada masa liburan semester.
Hadir sebagai narasumber, Novia Fajriati Alqomar, yang memaparkan materi diseminasi dari kegiatan PKB MGMP yang telah diikutinya. Dalam paparannya, Novia menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembelajaran sebagai respons terhadap tantangan zaman serta karakteristik peserta didik madrasah saat ini. Ia juga membagikan pengalaman, wawasan, serta praktik baik yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan MGMP, khususnya terkait pemanfaatan platform dan media digital dalam proses pembelajaran.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan komunitas belajar tersebut. Menurutnya, komunitas belajar merupakan salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat di kalangan guru.
“Komunitas Belajar Mendunia ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antar guru. Diseminasi hasil PKB MGMP sangat penting agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada individu, tetapi berdampak luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujar H. Yatiman.
Ia juga menegaskan bahwa madrasah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk membentuk karakter dan kompetensi peserta didik,” tambahnya.
Sementara itu, Novia Fajriati Alqomar menjelaskan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan-gagasan strategis terkait digitalisasi pembelajaran yang relevan dan realistis diterapkan di madrasah. Ia menekankan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran.
“Melalui diseminasi ini, saya ingin berbagi pengalaman dari PKB MGMP, khususnya tentang pemanfaatan platform digital yang sederhana namun efektif. Harapannya, guru dapat mulai merancang pembelajaran berbasis digital yang inovatif, kontekstual, dan tetap berlandaskan nilai-nilai madrasah,” ungkap Novia.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para guru tidak hanya menyimak paparan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di kelas masing-masing.
Salah satu peserta, Elvira Ziaul Haque, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru.
“Diseminasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pembelajaran digital dapat diterapkan secara bertahap. Banyak ide yang bisa langsung kami adaptasi sesuai dengan kondisi kelas,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh peserta lainnya, Rahma Ayu Arina Putri. Ia menilai komunitas belajar seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru secara kolektif.
“Kegiatan ini memotivasi kami untuk terus belajar dan berinovasi. Dengan berbagi praktik baik dari MGMP, kami merasa lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran di era digital,” katanya.
Dengan terselenggaranya Komunitas Belajar Mendunia Madtsansa ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat terus memperkuat kolaborasi antar guru serta mendorong terwujudnya pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan mendunia, sejalan dengan visi madrasah untuk menjadi lembaga pendidikan yang maju dan berdaya saing global. (Lin)
