Hafalan Asmaul Husna di Pos Pertama The Spiritual Journey Isra Mi’raj MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MTs Negeri 1 Banjarnegara tahun ini dikemas secara unik dan edukatif melalui kegiatan bertajuk The Spiritual Journey yang digelar pada Sabtu (17/1). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Isra Mi’raj dengan konsep perjalanan spiritual yang menggabungkan nilai religius, kebersamaan, dan kompetisi sehat antarkelas.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti perjalanan mengelilingi Desa Semampir. Setiap kelas berjalan bersama dan berhenti di sejumlah pos yang telah ditentukan panitia. Tercatat ada tujuh pos yang harus ditaklukkan oleh seluruh peserta, dengan beragam lomba bernuansa keislaman yang menuntut kerja sama, kecakapan, serta penguatan karakter spiritual.

Ketua panitia kegiatan, Abdul Majid, menjelaskan bahwa The Spiritual Journey dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa. “Peringatan Isra Mi’raj tidak hanya kami kemas dalam bentuk ceramah, tetapi juga melalui kegiatan aplikatif yang melibatkan seluruh siswa. Harapannya, siswa tidak hanya memahami peristiwa Isra Mi’raj secara teoritis, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Salah satu pos yang menjadi perhatian utama adalah Pos 1, yaitu lomba Hafalan Asmaul Husna yang dilaksanakan di Masjid Khalid bin Walid Pucang. Pos ini menjadi titik awal perjalanan spiritual setiap kelas. Di pos tersebut, setiap kelas membagi tugas kepada perwakilannya untuk mengikuti lomba hafalan Asmaul Husna di hadapan dewan juri.

Lomba Hafalan Asmaul Husna dinilai oleh dua juri, yakni Hj. Yuniyati dan Linara. Kriteria penilaian meliputi kelancaran hafalan, ketepatan makhraj, lagu atau irama, serta adab peserta selama mengikuti lomba. Menurut Hj. Yuniyati, aspek adab menjadi poin penting selain kemampuan teknis hafalan. “Hafalan yang baik harus diiringi dengan adab yang baik pula. Cara berdiri, sikap tubuh, ketenangan, dan kesungguhan peserta juga menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Sementara itu, Linara menambahkan bahwa lomba ini tidak hanya menilai kemampuan menghafal, tetapi juga kecintaan siswa terhadap Asmaul Husna.

“Kami melihat banyak peserta yang tampil dengan penuh penghayatan. Lagu atau irama yang digunakan pun beragam, namun tetap menjaga kekhusyukan. Ini menunjukkan pembiasaan yang baik di madrasah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Indira, siswi kelas 7A yang menjadi perwakilan di Pos Hafalan Asmaul Husna, mengaku sempat gugup namun tetap berusaha tampil maksimal.

“Awalnya deg-degan karena dinilai langsung oleh juri, tapi saya senang bisa ikut. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat menghafal Asmaul Husna dan berani tampil di depan umum,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Garuda dari kelas 9D. Ia menilai kegiatan The Spiritual Journey sebagai pengalaman yang berkesan menjelang akhir masa belajarnya di madrasah.

“Kegiatannya seru dan menantang. Selain lomba, kami juga belajar bekerja sama dengan teman sekelas. Pos Hafalan Asmaul Husna mengingatkan kami untuk selalu dekat dengan Allah melalui nama-nama-Nya yang indah,” kata Garuda.

Dengan konsep perjalanan spiritual yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, kegiatan The Spiritual Journey dalam peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta kebersamaan pada diri siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang sebagai sarana pembelajaran yang bermakna dan inspiratif. (Fy)