
Banjarnegara — Senin (12/1) MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di lingkungan madrasah melalui kegiatan Baca Senyap yang dilaksanakan secara konsisten setiap hari Senin. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran pertama selama kurang lebih 40 menit dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Suasana kelas tampak tertib dan kondusif. Para siswa duduk di bangku masing-masing dengan buku bacaan di tangan, larut dalam aktivitas membaca secara mandiri. Buku yang dibaca pun beragam, mulai dari buku fiksi, nonfiksi, hingga bacaan penunjang pembelajaran. Dinding kelas yang cerah dan lingkungan yang tenang semakin mendukung terciptanya konsentrasi penuh selama kegiatan berlangsung.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menegaskan bahwa kegiatan Baca Senyap merupakan bagian penting dari program literasi madrasah yang berkelanjutan.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kebiasaan berpikir dan memperluas wawasan. Melalui Baca Senyap, kami ingin menanamkan budaya membaca yang kuat, disiplin, dan berkesinambungan pada seluruh warga madrasah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembiasaan ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang gemar belajar dan memiliki daya pikir kritis.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Yuniyati, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap proses pembelajaran.
“Baca Senyap membantu meningkatkan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan memahami teks. Secara tidak langsung, ini mendukung pencapaian akademik siswa di semua mata pelajaran,” jelasnya. Menurutnya, keterlibatan guru dan tenaga kependidikan juga menjadi teladan nyata bagi siswa bahwa membaca adalah kebutuhan, bukan kewajiban semata.
Dari sisi wali kelas, Yuliana Rahmanti, wali kelas 9J, mengungkapkan bahwa siswa menunjukkan perubahan sikap yang positif sejak program ini rutin dilaksanakan.
“Anak-anak menjadi lebih tenang, terbiasa membaca tanpa disuruh, dan mulai berani menceritakan kembali isi buku yang mereka baca. Ini sangat membantu dalam pembentukan karakter disiplin dan rasa ingin tahu,” tuturnya. Ia menilai Baca Senyap sebagai kegiatan sederhana namun memiliki dampak besar bagi perkembangan siswa.
Sementara itu, salah satu siswi kelas 9J, Adinda Hilwana Azzahra, mengaku menikmati kegiatan tersebut.
“Awalnya terasa biasa saja, tetapi lama-lama saya jadi suka. Baca Senyap membuat saya lebih fokus dan menambah pengetahuan. Saya juga jadi punya banyak referensi cerita dan informasi baru,” ungkapnya dengan antusias.
Melalui program Baca Senyap, MTs Negeri 1 Banjarnegara berupaya membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga strategi nyata dalam membentuk generasi pembelajar yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Fy)
