Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru IPA MTsN 1 Banjarnegara Analisis CP Terbaru 2025 dalam Forum MGMP

Banjarnegara — Dalam upaya merespons dinamika kurikulum nasional, jajaran guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Negeri Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (10/1) tersebut dipusatkan di Laboratorium Komputer (Labkom) IPA MTs Negeri 2 Banjarnegara.

Kegiatan ini menjadi sangat strategis karena fokus pada analisis Capaian Pembelajaran (CP) tahun 2025 terbaru serta penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang akan menjadi kompas pembelajaran di kelas. Hadir mewakili MTs N 1 Banjarnegara empat guru profesional, yakni Hj. Tri Widayati, Novia Fajriati Alqomar, Yaniari Sumiyati, dan Dewi Fairuz Zulaikha.

Acara dibuka dengan khidmat oleh MC Siti Nurfaidah dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Novia Fajriati Alqomar. Momentum ini menegaskan semangat nasionalisme dalam memajukan pendidikan sains di madrasah.

Ketua MGMP IPA MTs Negeri Kabupaten Banjarnegara yang juga guru senior Madtsansa, Hj. Tri Widayati, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinkronisasi perangkat ajar.

“Pertemuan hari ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret kita untuk membedah CP terbaru 2025. Hasil dari penyusunan ATP ini akan menjadi fondasi dalam penyusunan modul IPA bersama yang dikoordinir oleh K3M. Kita ingin memastikan bahwa seluruh siswa MTs Negeri di Banjarnegara mendapatkan standar materi yang berkualitas dan aktual,” ujar Tri Widayati.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs N 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru IPA. Melalui sambungan terpisah, beliau menegaskan dukungan madrasah terhadap pengembangan kompetensi guru.

“Kami sangat mendukung penuh keterlibatan guru-guru Madtsansa dalam forum MGMP ini. Perubahan CP 2025 harus segera diadaptasi agar proses belajar mengajar di kelas tetap relevan. Saya berharap hasil dari pertemuan di MTs N 2 Banjarnegara ini segera diimplementasikan dalam modul ajar yang inovatif,” tutur Hj. Yuniyati.

Bedah CP dan Pembagian Tugas Modul

Memasuki inti acara, Novia Fajriati Alqomar, memandu sesi analisis CP 2025 Fase D. Diskusi berlangsung interaktif di mana para peserta menyelaraskan persepsi mengenai kedalaman materi sains yang harus dikuasai siswa.

“Penyusunan ATP kali ini benar-benar mengacu pada draf terbaru tahun 2025. Kita membagi tugas secara adil untuk menyusun modul per jenjang, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9, agar beban kerja terdistribusi dengan baik namun tetap terkontrol secara kualitas,” jelas Novia saat memandu sesi tersebut.

Berdasarkan hasil musyawarah, keempat guru Madtsansa mendapatkan tanggung jawab penting dalam tim penyusun modul:

Hj. Tri Widayati & Dewi Fairuz Z. bergabung dalam tim penyusun modul kelas 7.

Novia Fajriati Alqomar & Yaniari Sumiyati bertanggung jawab pada modul kelas 8.

Dewi Fairuz Zulaikha, salah satu anggota tim penyusun modul kelas 7, menyatakan kesiapannya untuk merampungkan tugas sesuai tenggat waktu yang ditentukan, yakni 1 Februari 2026.

“Tugas ini adalah amanah. Dengan adanya pembagian tim ini, kita bisa lebih fokus mendalami materi spesifik. Saya optimis bank modul IPA yang dikelola sekretaris MGMP nantinya akan sangat membantu guru-guru dalam mengajar secara lebih sistematis dan menarik bagi siswa,” ungkap Dewi.

Kegiatan MGMP yang diikuti 14 peserta ini diakhiri dengan kesepakatan bahwa penyusunan modul akan dilanjutkan secara mandiri di rumah masing-masing. Seluruh draf modul nantinya akan dikumpulkan melalui grup WhatsApp FK IPA MTs Negeri Banjarnegara untuk kemudian divalidasi dan dijadikan Bank Modul resmi.

Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama dan pembacaan hamdalah, menandai dimulainya langkah baru bagi pendidikan IPA yang lebih progresif di Kabupaten Banjarnegara. (Lin)