Enam Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti MGMP di MTs Negeri 2 Banjarnegara

Banjarnegara — Enam guru MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan IPA yang diselenggarakan pada Sabtu (10/1) di MTs Negeri 2 Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pendidik untuk memperkuat kompetensi profesional sekaligus menyamakan persepsi dalam peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.

Enam guru yang mewakili MTs Negeri 1 Banjarnegara tersebut adalah Hj. Yuniyati, Linara, Yuliana Rahmanti, H. Setyo Aji, H. Surya Widhi, dan Rizki Arbangi. Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan keilmuan guru melalui kegiatan kolektif dan berkelanjutan.

Kegiatan MGMP ini menghadirkan narasumber nasional, Rahmat Hidayat, dari Bandung. Dalam pemaparannya, Rahmat menekankan bahwa esensi kurikulum sejatinya terletak pada guru. Menurutnya, sebaik apa pun kurikulum yang dirancang, tidak akan bermakna tanpa peran guru yang reflektif, kreatif, dan terus belajar.

“Sering kali kita terjebak pada perubahan dokumen kurikulum, padahal kurikulum yang sebenarnya adalah guru itu sendiri. Guru adalah jantung pendidikan. Jika guru berhenti belajar, maka sebaiknya ia juga berhenti mengajar,” tegas Rahmat Hidayat di hadapan peserta MGMP. Pernyataan tersebut menjadi pengingat kuat akan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi pendidik.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan para guru dalam kegiatan MGMP tersebut. Ia menilai MGMP bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperdalam pemahaman materi, serta memperkuat profesionalisme guru.

“Madrasah sangat mendukung guru-guru untuk aktif dalam MGMP. Kegiatan ini penting agar guru tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam komunitas belajar. Apa yang diperoleh dari forum MGMP diharapkan dapat diimplementasikan di kelas demi peningkatan kualitas pembelajaran di Madtsansa,” ujar H. Yatiman.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, sehingga guru dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, baik dari sisi pedagogik, profesional, maupun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Salah satu guru matematika MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, mengungkapkan bahwa kegiatan MGMP memberikan banyak wawasan baru, khususnya terkait strategi pembelajaran dan penguatan pemahaman konsep bagi siswa. Menurutnya, diskusi antarguru dari berbagai madrasah membuka perspektif baru dalam menyikapi kesulitan belajar siswa.

“Melalui MGMP ini kami bisa saling berbagi praktik baik, mendiskusikan kendala di kelas, dan mendapatkan penguatan materi. Pesan dari narasumber sangat menyentuh, terutama tentang guru yang harus terus belajar agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh guru Bahasa H. Setyo Aji. Ia menilai MGMP sebagai sarana refleksi diri bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, setiap guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis pada peserta didik.

“MGMP ini menyadarkan kami bahwa pembelajaran harus terus berinovasi. Guru tidak boleh merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki saat ini. Pesan narasumber menjadi cambuk moral bagi kami untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

Dengan mengikuti kegiatan MGMP ini, diharapkan para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat membawa pulang semangat baru, wawasan segar, serta strategi pembelajaran yang lebih efektif. Madrasah pun berharap kegiatan serupa dapat terus diikuti secara konsisten sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan budaya belajar di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Lin)