Tim Kesiswaan Madtsansa Pantau Kedisiplinan Siswa Saat Penyambutan Kedatangan

Banjarnegara — Tim kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) melaksanakan pemantauan kedisiplinan siswa pada jam penyambutan kedatangan siswa, Selasa (6/1). Kegiatan ini dilakukan sejak pagi hari di gerbang utama madrasah sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan penegakan tata tertib peserta didik.

Pemantauan difokuskan pada sejumlah aspek kedisiplinan, antara lain kerapian seragam dan kelengkapan atribut, kebersihan dan kerapian kuku, kedisiplinan potongan rambut bagi siswa putra, serta kepatuhan penggunaan kerudung standar bagi siswa putri. Tim kesiswaan bekerja sama dengan guru piket dan pengurus OSIS untuk memastikan proses berjalan tertib dan edukatif.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menanamkan nilai disiplin sejak dini. Menurutnya, kedisiplinan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter siswa agar siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.

“Disiplin adalah fondasi utama dalam pendidikan karakter. Melalui kegiatan penyambutan dan pemantauan seperti ini, kami ingin membiasakan siswa untuk tertib, rapi, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri,” ujar H. Yatiman. Ia menambahkan bahwa madrasah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya sikap disiplin tanpa menimbulkan rasa takut, melainkan kesadaran.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara persuasif dan humanis. Siswa yang ditemukan kurang sesuai dengan ketentuan diberikan pembinaan dan arahan langsung, bukan hukuman semata.

“Kami tidak langsung memberi sanksi. Yang utama adalah mengingatkan dan membina. Jika ada siswa yang rambutnya belum rapi atau atributnya kurang lengkap, kami beri pengertian dan dicatat untuk ditindaklanjuti,” jelas Ikhsanudin. Ia menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendidik, bukan menghukum.

Sementara itu, Biro Kesiswaan Madtsansa, Agustina Dewi Merdekawati, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar kegiatan berjalan efektif. Menurutnya, konsistensi dalam pemantauan akan membentuk kebiasaan positif pada diri siswa.

“Kedisiplinan tidak bisa dibentuk secara instan. Harus ada pembiasaan dan keteladanan. Guru-guru juga harus memberi contoh yang baik, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk menaati aturan,” tutur Agustina. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dari sisi siswa, kegiatan pemantauan ini mendapat tanggapan positif. Jovan, siswa kelas 9B, mengaku kegiatan tersebut membuat dirinya dan teman-temannya lebih memperhatikan kerapian dan kelengkapan atribut sebelum berangkat ke madrasah.

“Awalnya terasa tegang, tapi lama-lama jadi terbiasa. Sekarang saya selalu cek seragam dan rambut sebelum berangkat supaya tidak ditegur,” ungkap Jovan. Ia menilai kegiatan ini membantu siswa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Hal senada disampaikan Fayuna, siswi kelas 8D. Ia mengatakan bahwa pemantauan penggunaan kerudung standar membuat siswi lebih rapi dan seragam.

“Kami jadi tahu bagaimana kerudung yang sesuai aturan madrasah. Gurunya juga menegur dengan baik, jadi tidak merasa dimarahi,” ujarnya.

Melalui kegiatan pemantauan kedisiplinan pada jam penyambutan kedatangan siswa ini, Madtsansa menegaskan komitmennya dalam membangun budaya disiplin, rapi, dan berkarakter. Pihak madrasah berharap seluruh siswa dapat menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari keseharian, baik di lingkungan madrasah maupun di luar sekolah. (Fy)