
Banjarnegara — Ekstrakurikuler Fotografi dan Sinematografi (FOSI) MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menggelar kegiatan rutin pada Selasa (6/1). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah tersebut mengangkat materi pengenalan dan penggunaan kamera mirrorless sebagai bekal dasar bagi peserta dalam mengembangkan keterampilan fotografi dan sinematografi.
Kegiatan FOSI diikuti oleh siswa-siswi yang memiliki minat di bidang visual kreatif. Dalam pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung mengenai pengoperasian kamera mirrorless, mulai dari pengenalan bagian-bagian kamera, fungsi tombol, hingga pengaturan dasar seperti ISO, aperture, dan shutter speed.
Pembina ekstrakurikuler FOSI, Fitriyanto, menjelaskan bahwa materi penggunaan kamera mirrorless dipilih karena jenis kamera tersebut saat ini banyak digunakan dalam dunia fotografi dan videografi modern. Menurutnya, penguasaan kamera mirrorless menjadi keterampilan penting bagi peserta agar mampu menghasilkan karya visual yang berkualitas.
“Materi ini kami berikan agar peserta FOSI tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan kamera dengan benar. Kamera mirrorless memiliki fitur yang cukup lengkap dan fleksibel, sehingga sangat cocok untuk pembelajaran fotografi dan sinematografi tingkat pelajar,” ujar Fitriyanto.
Ia menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler FOSI tidak hanya berfokus pada pengambilan gambar, tetapi juga menanamkan nilai kreativitas, kerja sama, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. “Kami berharap melalui FOSI, siswa dapat menyalurkan minat dan bakatnya secara positif serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi madrasah,” imbuhnya.
Wakil Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan FOSI yang dinilai mampu memberikan ruang pengembangan diri bagi siswa. Menurutnya, ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan abad ke-21.
“Kegiatan FOSI sangat relevan dengan perkembangan zaman. Keterampilan fotografi dan sinematografi tidak hanya mendukung kreativitas siswa, tetapi juga dapat menjadi bekal di masa depan. Madrasah mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” tutur Ikhsanudin.
Ia juga berharap agar peserta ekstrakurikuler FOSI dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung kegiatan madrasah, seperti dokumentasi acara dan publikasi. “Dengan adanya FOSI, madrasah memiliki generasi muda yang siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan, khususnya di bidang dokumentasi,” tambahnya.
Salah satu peserta ekstrakurikuler FOSI, Zeva, mengaku senang dan antusias mengikuti materi penggunaan kamera mirrorless. Menurutnya, kegiatan praktik langsung membuatnya lebih memahami cara kerja kamera secara nyata. “Saya jadi tahu fungsi-fungsi tombol di kamera mirrorless dan cara mengatur pencahayaan. Kegiatannya seru dan menambah wawasan,” ungkap Zeva.
Hal senada disampaikan oleh Hasbi, peserta FOSI lainnya. Ia menyebutkan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat bermanfaat bagi pemula. “Sebelumnya saya hanya tahu cara memotret biasa. Sekarang jadi paham bagaimana mengatur kamera supaya hasil foto dan video lebih bagus,” katanya. Melalui kegiatan ekstrakurikuler FOSI, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya memberikan wadah pengembangan minat dan bakat siswa di bidang seni visual. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan siswa-siswa kreatif yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan artistik dan tanggung jawab dalam berkarya. (Lin)
